inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Foto Penyiksaan Lolos, Eksekutif Google Dihukum

Headline
Istimewa
Oleh: Syamsudin Prasetyo
Kamis, 25 Februari 2010 | 12:36 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Tiga eksekutif Google dinyatakan bersalah setelah video bocah cacat muncul di situsnya. Kasus itu baru pertama kali dan memunculkan kekhawatiran kebebasan web.

Pengacara Google yang berbasis di California berargumentasi bahwa regulasi tidak akan mungkin mengejar ribuan jam jejak video yang diunggah setiap harinya ke dalam situs seperti YouTube.

Pengadilan berpusat pada posting di Google Videos, menyangkut seorang remaja yang menderita sindrom cacat mental dan diganggu oleh empat bocah lainnya di sekolah Turin.

Rekaman itu diunggah pada bulan September 2006 di mana menjadi bagian paling banyak dilihat dan bertengger di sana selama dua bulan sebelum kemudian dipindahkan.

Jaksa penuntut di Milan membawa kasus tersebut setelah dikontak oleh badan amal Viva Down dan berargumen bahwa bocah tersebut telah dilanggar haknya dan Google harusnya memindahkan rekaman itu secepat mungkin dari yang seharusnya.

Di dalam rekaman tersebut terlihat bocah cacat itu ketakutan, ketika dia dipukul dan ditendang sebelum salah seorang bocah lainnya menyerangnya kemudian menghina.

Tiga eksekutif dituntut oleh hakim Oscar Magi termasuk David Carl Drummond, pendiri Google Italia dan saat ini menjadi wakil presiden, George De Los Reyes, seorang pensiunan eksekutif keuangan dan direktur privasi Peter Fleischer.

Ketiga orang tersebut dinyatakan bersalah melanggar privasi dan diberikan enam bulan penangguhan. Eksekutif keempat adalah Arvind Desikan, seorang eksekutif Google dibersihkan namanya.

Sebuah klaim kompensasi dari Viva Down ditolak karena eksekutif itu dinyatakan tidak bersalah.

Pada pertemuan sebelumnya, keluarga korban meminta klaim untuk kerugian yang timbul.

Kejadian kontroversial itu terjadi sebelum Google membeli YouTube pada tahun 2006 dan keempat eksekuti tersebut menolak telah melakukan kesalahan. Sedangkan keempat bocah pengganggu berhasil diidentifikasi dan kemudian dinyatakan bersalah di pengadilan anak.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.