INILAH.COM, Jakarta - Sikap tegas Amien Rais yang mendukung Pansus di DPR menyebut nama, dinilai sebagai upaya menaikkan nilai tawar politik Amien pada pemerintahan SBY-Boediono.
Hatta adalah anak asuh politik Amien, meski kini Hatta berani menyatakan tidak kepada Amien seperti yang tampak dalam soal sikap Pansus Bank Century.
Sebagaimana anak asuh Amien yang lain, misalnya Sutrisno Bachir, maka Hatta pun tak sepenuhnya tunduk kepada kemauan Amien.
"Namun wibawa Amien tampak menurun terbukti dari keberanian Hatta untuk tidak mengiyakan seruan Amien agar Fraksi PAN berani menyebut nama Boediomno-Sri Mulyani dalam pandangan akhir pansus," kata pengamat politik Reform Institute AE Priyono.
Namun demikian, sebagaimana galibnya politisi, maka sudah tentu Amien lebih suka Hatta memiliki nilai tawar tinggi di pemerintahan SBY.
"Amien Rais jangan-jangan berstandar ganda dalam hal ini, sebab ada kepentingan dirinya untuk menaikkan nilai tawar Hatta," kata Nehemia Lawalata, pemerhati politik dan mantan Sekretaris Politik Prof Sumitro Djojohadikusumo.
Itulah sebabnya, meski Amien wanti-wanti bahwa bahwa sikapnya soal Boediono mundur tidak ada kaitannya dengan Hatta, yang kini menjadi ketua umum PAN, tetap saja pernyataan Amien itu menjadi alat tawar Amien terhadap pemerintahan SBY-Boediono.
Amien tegas-tegas membantah bahwa ia berambisi menempatkan Hatta sebagai wapres menggantikan Boediono. Penegasannya itu tetap menimbulkan tanda tanya publik.
Ia bahkan menyatakan, bahwa Hatta mengaku kepada Amien sangat malu dengan adanya anggapan tersebut. Inilah dilema Amien dan Hatta, di mana setiap kali Amien mendesak Boediono mundur, maka ia dicurigai memiliki kepentingan.
Tapi publik belum lupa bahwa dalam pilpres lalu Amien mencoba mengajukan Hatta menjadi calon wapres bagi SBY, namun SBY menolaknya dan memilih Boediono.
Celakanya, kini Boediono bersama Sri Mulyani tersangkut kasus Bank Century yang membuat kedua pejabat ini mengalami delegitimasi.
"Dua tokoh yang sudah didemo dan mendapatkan sanksi moral dan sosial. Sebaiknya untuk melepaskan kontroversi itu. Keduanya diberi kesempatan untuk undur diri atau memang diberhentikan," kata Amien
Sementara para analis politik melihat, pemerintah tidak memiliki alternatif selain mencopot Boediono dan Sri Mulyani.
Pasalnya, kesimpulan Pansus Bank Century sudah mengerucut pada dua nama tersebut.
Masalah Century sudah dipahami masyarakat Indonesia memiliki banyak pelanggaran di sana-sini.
Diharapkan, dengan mundurnya dua tokoh itu, pemerintah bisa fokus dalam menjalankan pemerintahan ke depan.
Lalu apa jawaban Boediono dan Sri Mulyani?
Keduanya jelas menegaskan tak mau mundur, sebab penilaian pansus dianggap sebagai penilaian politis, bukan penilaian hukum. [mor]