Senin, 28 Mei 2012 | 23:31 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pasca Pembunuhan di Dubai
Israel Semakin Tersudut
Headline
Mahmoud Al Mabhouh - Istimewa
Oleh: Vina Ramitha
web - Kamis, 25 Februari 2010 | 16:02 WIB
INILAH.COM, Dubai Misteri pembunuhan petinggi Hamas di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) semakin terkuak. Isarel, sebagai pihak tertuduh pun semakin tertekan.

Jika Israel benar mendukung penyalahgunaan paspor negara lain, kami akan menganggapnya sebagai tindakan yang tidak bersahabat, tegas Menlu Australia, Stephen Smith, Kamis (25/2).

Smith memanggil Dubes Israel yang berada di negaranya dan menuntut kerjasama dalam investigasi pembunuhan salah satu petinggi Hamas, Mahmoud Al Mabhouh, bulan lalu.
Ucapan Smith ini muncul, menyusul tudingan serupa dari negara-negara Uni Eropa (UE).

Dunia internasional melihat adanya penyalahgunaan paspor Inggris, Irlandia, Prancis, Jerman, dan Australia dalam aksi kriminal tersebut. Paspor-paspor itu diketahui milik warga negara Israel yang memang berdomisili di negara asal paspor, namun juga berkewarganegaraan ganda.

Tak heran, bila pemilik asli paspor tersebut terkejut. Salah satunya Philip Carr, pemiliik paspor Inggris. Ia mengaku sangat terkejut ketika mengetahui dirinya menjadi burononan di Dubai karena dugaan pembunuhan. Tapi saya tak terlalu terganggu, lebih penasaran dan ingin tahu bagaimana itu bisa terjadi, katanya.

Pihak berwajib Dubai pun kini tengah menyelidiki setidaknya 26 dugaan penyalahgunaan paspor untuk pembunuhan pada 19 Januari itu. Bertambahnya jumlah paspor yang diselidiki inilah yang menyebabkan Smith mengultimatum Israel. Terutama jika ditemukan penyalahgunaan paspor berbendera Australia oleh salah satu tersangka.

Ultimatum Smith juga disebabkan pemberitahuan dari pihak berwajib Dubai. Polisi emirat (negara bagian) itu mengatakan sedang menyelidiki penggunaan tiga paspor Negeri Kanguru. Meski belum terbukti, Smith langsung menanggapi dengan serius kabar ini. ia mengatakan, pihaknya juga sedang mengadakan penyelidikan. Belum tahu apakah mereka tersangka sebenarnya, atau hanya korban penyalahgunaan identitas, paparnya.

Kepala Kepolisian Dubai, Letjen Dahi Khalfan Tamim, sangat yakin bahwa biro intelejen Israel, Mossad, terlibat dalam pembunuhan itu. Demikian pula Hamas yang sejak awal menuding Israel sebagai pelakunya. Faksi Palestina yang menguasai Jalur Gaza itu pun langsung berkomitmen untuk balas dendam. Sedangkan Israel, sejak munculnya tudingan itu, bungkam seribu bahasa.

Kepolisian Dubai telah mengumumkan terperinci insiden itu. Mulai dari operasi yang berlangsung selama 19 jam untuk menewaskan Al Mabhouh, hingga penyamaran para tersangka sebagai turis, lengkap dengan jenggot dan rambut palsu serta perlengkapan ala turis. Mereka menyalahgunakan 12 paspor Inggris, enam Irlandia, empat Prancis, tiga Australia, dan satu Jerman.

Adapun mendiang Mabhouh adalah pendiri Brigade Izzedine Al Qassam, sayap militer Hamas. Tersiar kabar bahwa Ia turut bertanggung jawab atas penyelendupan senjata dari Iran ke wilayah Jalur Gaza yang terisoliasi. Pembunuhan ini menimbulkan spekulasi bahwa Israel sedang merencanakan perang tersembunyi dengan menghabisi satu persatu petinggi Hamas. Hal ini didukung keberadaan polisi setempat di Dubai, yaitu untuk mengatur pengiriman senjata ilegal ke Gaza.

Dalam sebuah video yang dilansir dua pekan setelah kematiannya, Mabhouh mengaku terlibat dalam penculikan dan pembunuhan dua serdadu Israel ketika intifada Palestina pertama, 1989 silam. Ia juga diduga mendalangi penyelundupan senjata ke Gaza melalui Sudan tahun lalu. Konvoi penyelundupan itu diserang dan diledakkan Israel ketika mereka masih berada di wilayah Afrika. [ast]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.