INILAH.COM, Jakarta - Anal seks hanya mendapat dua penilaian ekstrem dari perempuan. Sangat suka atau membencinya setengah mati.
Mereka yang menyukainya tergolong doyan bereksperimen, dan berhasil mendapatkan sensasi yang sama sekali berbeda. Penetrasi sedalam apapun yang disukai, pada saat yang sama jari pasangan memainkan klitoris, Mrs V, dan dada. Kesimpulannya, sekali 'sundut' tiga titik 'meledak' sekaligus.
Anal seks alias penetrasi pada anus tidak semestinya disebut kelainan seks. Karena selain alasan tadi, cara bercinta seperti ini tergolong sangat nakal.
Seks adalah wilayah pribadi. Jika Anda dan pasangan sama-sama menyukainya, kenapa mesti terlalu banyak pertimbangan?
Sedangkan mereka yang membencinya, alasan utama karena sakit, atau barangkali juga perih. Tidak semua lelaki trampil melakukan penetrasi belakang dengan sempurna, apalagi pada pasangan yang sama-sama belajar.
Rasa sakit ini diperparah oleh keringat dingin yang muncul karena tegang, serta kimia alami tubuh yang mengalir deras ke dalam aliran darah.
Alasan lain karena malu dan merasa kotor. Ini karena anus adalah ujung dari pembuangan sampah tubuh. Seolah-olah semua yang terkait dengan anus mempunyai bau menjijikan.
Jika sama-sama sepakat mencoba, kenapa tidak mengenyahkan pikiran seperti itu dengan mandi bersama sebelum berhubungan seks?
Terlepas dari semua itu, seks adalah wilayah pribadi. Hanya Anda dan pasangan yang berhak tahu. [L1]