INILAH.COM, Jakarta - Astra International (ASII) akan memberikan dividen sebesar Rp830/lembar saham kepada pemegang saham. Final dividen ini akan diajukan ke pemegang saham saat RUPS Mei 2010.Demikian seperti dikutip dari siaran pers yang diterima pada Kamis (25/2). Final dividen ini akan diajukan kepada pemegang saham saat Rapat Umum Pemegang Saham pada Mei 2010. Bila disetujui bersama dividen interim sebesar Rp290 per lembar saham yang telah dibayar pada November 2009. Total dividen menjadi sebesar Rp1.120 per lembar saham sebelumnya Rp870 per saham atau mengalami kenaikan sebesar 29%. Sebelumnya, ASII membagikan final dividen Rp570 per saham dan dividen interim Rp300 per saham pada 2008.
ASII juga mencatatkan laba bersih sekitar Rp10,040 triliun pada 2009 atau naik 9% dari 2008 senilai Rp9,191 triliun. Laba bersih per saham naik 9% menjadi Rp2480 dari sebelumnya Rp2.270. "Grup Astra membukukan kinerja sangat baik pada 2009 di tengah berlangsung resesi ekonomi global," ujar Pelaksana Tugas Presiden Direktur Astra Prijono Sugiarto.
Ia menambahkan, diperkirakan pertumbuhan ekonomi 2010 masih akan tetap positif seiring dengan semakin membaiknya kondisi ekonomi menyusul dikeluarkannya berbagai stimulus ekonomi untuk meningkatkan permintaan domestik.
Kenaikan laba bersih ini didukung dari laba usaha bidang otomotif dan jasa keuangan di luar perusahaan asosiasi dan patungan meningkat 7% menjadi Rp4,1 triliun dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan bagian atas hasil bersih perusahaan asosiasi dan patungan pada bidang ini mencapai Rp2,5 triliun atau naik 6% dibanding periode sama sebelumnya.
Total penjualan mobil nasional sepanjang 2009 mencapai 468.000 unit atau turun 20% dibanding 2008 sebesar 607.805 unit. Penjualan sepeda motor menurun 6% menjadi sekitar 5,9 juta unit dibanding periode sama pada 2008 sebanyak 6,2 juta. Untuk Honda membukukan penjualan sepeda motor Honda sekitar 2,7 juta unit turun dibanding 2008 mencapai 2,9 juta unit.
Laba usaha dari bidang sumber daya alam dan bisnis lainnya terdiri dari agribisnis, alat berat, usaha penambangan, teknologi informasi dan infrastruktur meningkat 7% menjadi Rp8,5 triliun dari tahun sebelumnya Rp7,6 triliun. Peningkatan terjadi karena menguatnya PT Pamapersada Nusantara.
Nilai ekuitas perseroan meningkat 21% dari Rp33,1 triliun pada 31 Desember 2008 menjadi Rp39,9 triliun pada akhir Desember 2009 sehingga nilai aktiva bersih per lembar saham menjadi sebesar Rp9.854 naik 21% dari Rp8.171 tahun sebelumnya. [hid]