Minggu, 27 Mei 2012 | 20:26 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Makanan Rendah Karbohidrat Tingkatkan Kolesterol Jahat
Headline
istimewa
Oleh:
web - Minggu, 28 Februari 2010 | 08:45 WIB
INILAH.COM, Denver - Memangkas karbohidrat mungkin membantu orang mengurangi berat badan. Namun mungkin tak terlalu bagus buat menurunkan kolesterol.

Penelitian baru menyebutkan, orang yang mengkonsumsi makanan rendah karbohidrat tapi relatif tinggi lemak kehilangan berat tubuh dengan jumlah yang sama dalam enam pekan seperti mereka yang mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat.
Namun tingkat low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol 'jahat' meningkat tajam di dalam kelompok rendah karbohidrat, sementara tingkat itu merosot di dalam kelompok tinggi karbohidrat. Tingkat tinggi LDL adalah faktor risiko bagi sakit jantung, karena kolesterol itu berkaitan dengan penyumbatan pembuluh darah.
"Makanan rendah karbohidrat telah kian populer dalam beberapa tahun belakangan, dan pendukungnya menyatakan itu mungkin lebih efektif dalam mengurangi resiko diabetes dan tingkat kolesterol," tulis Dr Teri L Hernandez dari University of Colorado di Denver, Aurora, dan rekannya di dalam laporan mereka di American Journal of Clinical Nutrition.

Namun sebenarnya tak banyak yang diketahui mengenai bagaimana dampak makanan itu dibandingkan dengan rencana menghilangkan berat badan melalui makanan dengan karbohidrat yang lebih tinggi.

Untuk menyelidiki dampak makanan dalam pengukuran itu selama hilangnya berat badan, Hernandez dan timnya secara acak menugasi 32 orang dewasa yang sangat gemuk untuk mengikuti pola makan rendah karbohidrat. Termasuk 20 gram karbohidrat atau lebih sedikit lagi setiap hari, atau makanan tinggi karbohidrat dengan 55% kalori yang berasal dari karbohidrat selama enam pekan.

Kedua kelompok itu kehilangan sebanyak enam kilogram. Tetapi orang di dalam kelompok makanan rendah karbohidrat sesungguhnya memiliki kenaikan rata-rata 12 miligram per desiliter pada tingkat LDL mereka naik dari 109 miligram per desiliter - kurang dari 100 dipandang sudah optimal. Sementara itu kelompok yang mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat memperlihatkan kenaikan tujuh miligram per desiliter, turun dari 102.

Kelompok yang mengkonsumsi makanan rendah karbohidrat juga memperlihatkan kenaikan tingkat free fatty acid mereka, yang dikeluarkan ke dalam darah ketika tubuh menghancurkan lemak yang tersimpan. Tingginya free fatty acid mempersulit liver menyimpan glukosa, yang pada gilirannya menaikkan tingkat gula darah. Selanjutnya tingkat gula darah yang tinggi mengakibatkan diabetes.

"Data ini menunjukkan bahwa makanan dengan tingkat lemak yang tinggi mungkin memiliki dampak metabolis yang merugikan selama kehilangan berat badan aktif," demikian kesimpulan Hernandez dan timnya. [Reuters/mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.