INILAH.COM, Bengkulu - Siaga bencana, bagi Ketua Umum Pengurus Pusat Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla,
harus dibiasakan. Dan juga harus menjadi kultur masyarakat sehingga saat bencana datang dapat meminimalisir risiko.
"Kebiasaan siaga bencana atau kultur yang yang dilakukan warga masyarakat Simelue, Nias cukup bermanfaat sehingga ketika gempa dan tsnami di daerah itu korban lebih kecil dibanding Aceh," tutur pria yang akrab disapa JK ini di Bengkulu, Jumat (26/2).
Ia mengungkapkan, masyarakat Simeleu mengetahui akan terjadi gempa bumi sehingga mereka cepat mencari dataran tinggi. Sementara masyarakat di Aceh justru mendekati laut karena penasaran melihat air laut surut.
Karena itu, menurut mantan Wakil Presiden ini, masyarakat harus terus siaga. Apalagi di Bengkulu merupakan daerah rawan bencana gempa yang berpotensi tsunami karena posisinya di wilayah pantai barat Sumatra.
"Oleh karena itu PMI harus menjadi leading sektor dan terus melakukan latihan kebencanaan selain program lain," tutur mantan Ketua Umum Partai Golkar ini. [*/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !