INILAH.COM, Jakarta - Sikap Golkar soal koalisi makin jelas. Koalisi itu untuk kepentinganbangsa dan negara. Bukan perorangan.
Sikap ini ditegaskan oleh Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie. Dalam pidato pembuka Rapat Kerja Nasional I Partai Golkar 2010, di Jakarta, Jumat (26/2) malam, Ical menegaskan bahwa koalisi partai politik bukan untuk melindungi pihak tertentu.
"Kalau itu konteksnya (koalisi untuk kesejahteraan rakyat), Golkar tetap konsisten dalam koalisi. Tapi kalau sudah keluar dari itu, apalagi membela kepentingan perorangan, Golkar pasti akan bersikap lain pula," kata Aburizal Bakrie,
Untuk mengantisipasi segala kemungkinan tersebut, Aburizal, Golkar dari awal sudah menyiapkan berbagai strategi dalam berkoalisi untuk kebaikan bangsa ini.
"Kita harus tahu, kapan seiring sejalan, kapan harus menohok dan kapan berseberangan serta berhadap-hadapan. Yang penting berbagai strategi itu harus dikelola secara baik," tandasnya.
Jika pada akhirnya berbagai strategi tersebut mengakibatkan Golkar harus keluar dari koalisi, sambung politisi yang akrab disapa dengan panggilan Ical itu, maka hal itu tidak terlalu penting bagi Golkar.
"Karena berkoalisi atau tidak adalah kebutuhan sesaat, sementara Golkar lebih mengedepan kepentingan jangka panjang dan negara ini," tegasnya.
Menyikapi rekomendasi Fraksi Partai Golkar di Pansus Angket Bank Century, Aburizal justru menyatakan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kinerja anak buahnya di DPR.
"Anggota Pansus Angket Century telah bekerja dengan prinsip-prinsip yang benar. Untuk itu saya mengucapkan terimakasih," ucapnya.[*/ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !