inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Perbaiki Mental Anggota DPR

Headline
Arbi Sanit - inilah.com
Oleh:
Sabtu, 27 Februari 2010 | 11:19 WIB
Dalam kasus Bank Century, Pansus DPR tidak berhak mendiskreditkan pemerintah, sebaiknya anggota pansus memperbaiki mental anggota DPR yang selama ini citranya kurang baik di mata masyarakat.

Arbi Sanit (Pengamat Politik dari Universitas Indonesia), mengatakan Panitia Khusus Angket Bank Century tidak berhak menghukum pemerintah apalagi sampai melakukan pemakzulan, meski kebijakan dana talangan menyalahi aturan.

Jangan menyerang pemerintah, seharusnya sistemnya yang diperbaiki. Kesimpulan pandangan akhir yang disampaikan anggota Panitia Hak Angket Bank Century tidak efisien karena tak sepenuhnya menjamin perbaikan mental anggota Dewan.

Kita semua berharap para anggota DPR menciptakan suasana yang kondusif agar situasi politik dan perekonomian nasional menjadi baik, sehingga masyarakat bisa hidup tenang dan bekerja nyaman sehingga tujuan mulia demi kesejahteraan rakyat bisa tercapai.

Hiruk pikuk politik selama ini, anggota DPR sangat berperan untuk mencampurinya, karena banyak kepentingan politik disana.

Sebagai wakil rakyat, DPR harus memperjuangkan kepentingan rakyat atau bangsa Indonesia, bukan kepentingan pribadi atau kelompok, termasuk hanya kepentingan partainya.

Anggota DPR dipilih oleh rakyat seharusnya loyalitasnya kepada rakyat, bangsa dan negara, melakukan kontrol politik terhadap kebijakan eksekutif dengan tujuan kebaikan rakyat bangsa ini.

Mendukung pemerintahan merupakan salah satu upaya turut serta mensejahterakan rakyat dengan mekanisme kontrolnya. Semoga para anggota DPR berupaya memperbaiki diri, untuk bersama membangun bangsa, ciptakan suasana yang kondusif, bukan polemik setiap hari, ngotot-ngototan demi kepentingkan rakyat bukan berakting seakan-akan bekerja keras namun demi kepentingan suatu golongan tertentu.

Kurnelius Budi Kuncoro
kbkuncoro@plasa.com
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
7 Komentar
Obstare @ Selasa, 2 Maret 2010 | 14:56 WIB
Setiap hari mengatasnamakan kepentingan rakyat namun yg mereka tunjukkan hanyalah kebohongan demi kebohongan absurd dan memalukan hanya untuk kepentingan kelompok dan diri sendiri
Bejo @ Minggu, 28 Februari 2010 | 22:56 WIB
Budaya saling menyalahkan/ menjelekkan orang lain dan balas dendam harus kita hapus di bangsa kita tercinta ini. Jangan merasa paling benar sendiri, instropeksi diri adalah jalan terbaik. Kalau diperiksa secara teliti, pasti ada kesalahan yang sudah diperbuat oleh semua orang. Ayo...maju Indonesia ...Negara lain sudah mikir dan melaksanakan cara bersaing dengan negara lain, Negara kita masih sibuk 'memadamkan api' yang dibuat oleh orang2 tertentu untuk kepentingan golongan/ partai, tetapi mengatasnamakan rakyat.
rareta @ Minggu, 28 Februari 2010 | 14:26 WIB
SAYA LEBIH SUKA NGELIAT HEWAN-HEWAN PIARAAN SAYA KETIMBANG NGELIAT ULAH SEBAGIAN ANGOTA PANSUS CENTURY MACAM MARUARAR, AKBAR FAISAL DAN DARI PKS YG GENDUT KAYAK BAYI TABUNG YG NGOMONGNYA MEMUAKKAN DAN JAUH DARI ETIKA KESOPANAN ITU. DI MATA SAYA HEWAN2 PIARAANKU LEBIH MULIA DRPD MRK.
john @ Sabtu, 27 Februari 2010 | 22:58 WIB
Pansus angket tak perlu ada, semua tanggungjawab ada pada presiden, dan SBY sudah mempertangungjawabkan utk periode 2004-2009 di sidang paripurna DPRRI, dan diterima, ini berarti proses politik selesai. DPR sekarang bentuk pansus anfket berarti dia membatah keputusan paripurna yg dibuatnya sendiri. Pansus angket ini dibentuk berdasarkan UU no 6 1954, (UUDS'50 yg sudah didekrit tgl 5/7/1959) apa masih ada kekuatan hukum, pada masa itu, sistem pemerintah RI adalah parlementer, jelas dapat berlaku hak angket, dan sekarang sistem presiden siil, apa hak angket masih dapat digunakan.
Grabiel @ Sabtu, 27 Februari 2010 | 21:21 WIB
Bersihkan DPR dari politikus2 yang nalarnya sangat kerdil, nggak berwasasan, nggak dewasa pikiran,nggak ada otaknya, yang hatinya penuh dengan iri dan dengki macam Gayus Lumbun, Maruarar Sirait, Bambang Susatyo, Akbar Faisal, Eva, Aziz Syamsudin, Farih Hamzah dll yang cenderung menjadi provokator atas nama rakyat itu.
indra @ Sabtu, 27 Februari 2010 | 18:32 WIB
setuju Pak Arbi, anggota pansus sering berbicara mengatasnamakan rakyat padahal untuk kepentingan partainya sendiri.. lebih baik kita semua untuk saling mendukung dalam membangun bangsa ini, kalau memang ada penyimpangan dalam pelaksanaannya, serahkan kepada yg berwenang utk dihukum seberat2nya.
arung @ Sabtu, 27 Februari 2010 | 17:01 WIB
salam, sepanjang pengamatan saya terhadap kerja pansus dalam kasus century tdk pernah membahas masalah pemakzulan pemerintah, mereka cuma mengusut tuntas kasus century untuk mencari siapa yg paling bertanggung jawab atas kerugian negara sebesar 6,7 triliun. kalau nanti dalam pengusutannya di sana terdapat beberapa yg menuru pansus sebagai orang yg paling bertaggung jawab maka itu harus difollow upi oleh MK sebagai lembaga berwenang untuk melakukan proses hukum. penyebutan dalam pandangan akhir fraksi sebenarnya itu yg ditunggu masyarakat agar pelakunya bisa jelas dan kemudian diproses secara hukum yg berlaku, bukan harus ditutup-tutupi. korupsi di indonesia habis kalau ada saja orang yg membelanya?
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.