INILAH.COM, Jakarta - Franki Indrasmoro atau Pepeng 'Naif' membuat Komik Petualangan Naif dan Mesin Waktu sebanyak lima seri. Penyuka komik ini pun sudah meluncurkan 'Radio Antik'.
Seperti apakah bukunya? Apakah tak menggangu aktivitasnya bersama Naif? Berikut ini wawancara INILAH.COM dengannya di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (27/2).
Kenapa komik Naif?
Konsep komik Naif dari tahun 2003 sebelum ketemu dengan rekan kerja di Warna. Progres sedikit dan akhirnya saya mencari teman lain untuk project buku.
Kenapa komik?
Saya suka komik dan punya bakat gambar, suka tulis menulis dan dituangkan dalam cerita Naif ini.
Proses?
Dari 2003 selalu buat konsep, 2005 bikin komik, 2006 buat dumi dan setelah itu tiga bulan buat buku.
Menjadi pencarian utamakah?
Nafkah pertama saya band dan ini hanya proyek pribadi dan saya merasa Naif itu unik dan saya mencoba tuangkan dalam visual. Ternyata semua karakter masing-masing personel sangat unik dan dijadikan tokoh pun saya senang. Nah, kalau dibuat buku bisa saja, akhirnya kita jadikan seri saja.
Seri?
Agar halaman tidak padat dan pengen lima seri. Direncanakan setiap bulan keluar. Peran utama yaitu Naif itu sendiri dan di situ ketemu tokoh utama Johan dan Enny. Ceritanya tentang petualangan band di Naif, rasa marah, genit dan narsis dan itu semua dijadikan satu jadi sebuah cerita. Jadi di sini karakter Naif benar-benar dituangkan dalam komik ini.
Perjanjian hitam di atas putih?
Saya dikasih kesempatan untuk mengeluarkan ide, tetapi manajer memerintahkan saya untuk tetap fokus di band. Saya merasa tidak dibatasi kok. Setiap ada apa-apa, kita masih sering koordinasi kok. Untuk band Naif, kita baik baik aja. Malah nanti setelah ini kita akan mengeluarkan album keenam pada April 2010 berjudul Planet Cinta yang memang isinya semua tentang cinta dan seharusnya sudah dirilis beberapa tahun lalu. Tapi kita lihat sekarang baru waktu yang tepat.
Bisnis iseng apa serius
Tidak, tapi memang ini keinginan saya dari kecil untuk jadi komikus. Saya suka komik jauh sebelum saya masuk ke dunia musik. [aji/mor]