inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Menkominfo: Penggabungan TVRI-RRI Baru Wacana

Headline
Tifatul Sembiring - inilah.com/Wirasatria
Oleh:
Sabtu, 27 Februari 2010 | 20:11 WIB
INILAH.COM, Padang - Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menegaskan, rencana penggabungan TVRI dengan RRI barulah sebatas wacana.

"Kalau ada yang mengatakan TVRI-RRI digabung, itu baru sebatas wacana karena itu jangan dikembangkan atau dispekulasikan," kata Tifatul di Agam, Sumbar, Sabtu (27/2).

Dia mengatakan, panitia kerja TVRI/RRI telah terbentuk di Komisi I DPR. "Kita sedang mempelajari masalah TVRI/RRI," katanya.

Tifatul mengatakan, yang diinginkan adalah terjadinya revitalisasi di tubuh TVRI dan RRI. Hal itu diperlukan karena terjadinya kemelut panjang antara dewan pengawas dan direksi di lembaga tersebut.

Kemelut itu, lanjut Tifatul, berdampak pada program-program TVRI/RRI yang sulit berkembang karena anggarannya sulit ditingkatkan. "Itu karena induk semangnya tidak jalan. Saya mengatakan, perjelas induk semangnya," kata dia.

Tifatul mengatakan, banyak antena TVRI/RRI yang tidak bisa dipakai lagi karena sudah karatan bahkan ada karyawan yang sudah bekerja 30 tahun tapi tidak diangkat menjadi pegawai. "Siapa yang akan memikirkan hal itu kalau orang-orang di atasnya ribut terus," katanya.

Ia mengatakan, pada akhir Maret nanti tim dari Komisi I dan Kementerian Komunikasi dan Informasi akan melakukan studi banding ke BBC London. "Kita ingin mengetahui bagaimana BBC yang juga lembaga penyiaran publik bisa eksis," kata dia. [*/mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.