INILAH.COM, Jakarta - Staf Khusus SBY Andi Arief mengakui diutus SBY untuk road show menemui sejumlah tokoh nasional. Diutusnya Andi Arief itu dinilai karena Hatta Rajasa telah gagal melobi parpol-parpol terkait kasus Century.
"Pada awalnya lobi-lobi ini kan dilakukan oleh para petinggi Partai Demokrat seperti Anas Urbaningrum, Syarif Hasan dan juga dibantu oleh Hatta Rajasa, dan Pak Hatta yang paling aktif. Kemudian istana secara langsung terjun, kalau ditanya kenapa saya jawab dengan tegas alasannya, ini karena mereka gagal total," ujar pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan, Tjipta Lesmana kepada INILAH.COM, di Jakarta, Sabtu (27/2).
Ia menjelaskan, saat ini sudah mendekati tanggal 2 dan 3 Maret dimana Pansus akan menyerahkan hasil pada sidang paripurna. Ia mengaku sudah mendapat informasi bahwa pada saatnya nanti akan sulit diambil satu kesimpulan.
"Saya kira akan ada dua kesimpulan. Nah nanti tanggal 3 ini voting, kalau ada dua versi tiga versi, versi mana yang akan diambil dan diputuskan oleh DPR. Nah kemungkinan kan dua versi, tanggal 2 kan sudah dekat. Kelihatannya ada kekhawatiran kecemasan di pihak Istana makanya dilancarkanlah lobi-lobi oleh pembantu dekat presiden dalam hal ini adalah dua orang stafsus si Velix dan Andi Arief untuk menyamakan visi pada tanggal 2 dan 3 itu," terangnya.
Menurutnya, kenapa harus staf khusus yang melakukan lobi, karena kasus Century ini sudah dianggap Presiden SBY sebagai suatu yang super serius dan sudah mendekati babak akhir.
Artinya, ada kekhawatiran dalam kesimpulan DPR nanti adalah, bailout Bank Century mengalami banyak penyimpangan dan banyak pelanggaran, apalagi bila sampai disebutkan nama siapa yang harus bertanggung jawab.
"Tapi kalau ditanyakan apakah lobi stafsus akan berhasi atau tidak, ya saya tidak bisa mengatakan dengan seratus persen. Tapi feeling saya ini tidak akan berhasil, tapi ini masih dua hari lagi ada hari Minggu dan Senin. Dalam tempo dua kali 24 jam bisa terjadi banyak perubahan ya mungkin saja Golkar bisa agak melunak juga dengan PKS bisa melunak barangkali itu," imbuhnya. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !