Minggu, 27 Mei 2012 | 16:01 WIB
Follow Us: Facebook twitter
China Pemegang Utama Surat Utang AS
Headline
istimewa
Oleh:
web - Minggu, 28 Februari 2010 | 12:48 WIB
INILAH.COM, Washington - Data terbaru menyebutkan China tetap merupakan pemegang utama surat utang AS yang menggelembung tahun lalu. Spekulan Jepang pernah mencoba mengalahkan dominasi China.

Revisi data yang dikeluarkan Jumat oleh Departemen Keuangan AS menunjukkan bahwa sementara China telah mengurangi kembali kepemilikan obligasi AS, namun tingkat masih jauh di atas yang dikuasai Jepang.

China memegang 894,8 miliar dolar dalam sekuritas Treasury (obligasi negara AS) pada akhir Desember, lebih dari 755 miliar dolar yang diperkirakan di awal bulan. Tetapi masih direvisi turun dari 929,0 miliar dolar pada November.

Jepang pada Desember memegang 765,7 miliar dolar obligasi Treasury, sedikit turun dari perkiraan sebelumnya 769 miliar dolar.

Revisi yang tajam terjadi karena Departemen Keuangan AS melihat kepemilikan China dalam Treasury AS di pasar ketiga seperti Inggris dan Hong Kong, tidak diambil oleh perkiraan sebelumnya.

Kepemilikan China yang besar dalam obligasi Treasury AS telah memasang bel alarm dalam beberapa kalangan di Washington, dengan pembuat undang-undang peringatan bahwa melonjaknya utang AS menjadi sebuah risiko politik maupun ekonomi.

China telah memperingatkan pembalasan terhadap Amerika Serikat setelah Presiden Barack Obama menantang Beijing dengan menyetujui paket senjata untuk saingannya Taiwan dan pertemuan dengan pemimpin spiritual Tibet di pengasingan Dalai Lama.

Tetapi banyak analis AS berpendapat bahwa ancaman oleh China untuk memindahkan cadangan devisanya keluar dari surat utang pemerintah AS hanya menggertak karena kekuatan Asia itu butuh untuk mendapatkan tempat untuk kepemilikan cadangan devisanya.

Sebuah langkah serius menjauh dari Treasury AS akan memicu penurunan harga obligasi, akhirnya merugikan Beijing. Beberapa ahli mengatakan bahwa membeli obligasi lebih tenang di negara-negara ketiga dapat membantu mengurangi kritik di China bahwa negara berinvestasi terlalu banyak dalam obligasi AS yang menghasilkan rendah.

Di Beijing pada Sabtu, Perdana Menteri China Wen Jiabao mengatakan dia berharap 2010 akan menjadi tahun yang damai untuk perdagangan dan hubungan ekonomi antara Amerika Serikat dan China, negara maju dan berkembang terbesar di dunia.

Nilai total kepemilikan asing pada sekuritas AS per akhir Juni 2009 adalah 9,7 triliun dolar, turun dari 10,3 triliun pada tahun sebelumnya, menurut data yang direvisi. [*/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.