INILAH.COM, Bojonegoro - Semakin ramainya pemakzulan terhadap presiden dan wakil presiden belakangan ini ditanggapi cukup dingin oleh Amien Rais.
Setelah memberikan tausiyah di acara Milad satu Abad Muhammadiyah di sekolah kompleks Muhammadiyah Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro, Minggu (28/2) mantan Ketua MPR periode 1999-2004 menegaskan, kalau pamakzulan itu hanya hayalan belaka.
"Semua itu sulit dilakukan dan hanya hayalan panjang seseorang saja," kata Amien Rais kepada sejumlah wartawan.
Pria kelahiran Surakarta 26 April 1944 menambahkan itu, pada kasus bank century belakangan ini, sebenarnya kalau dirinya berbisik, kuncinya cukup mudah.
Yakni, adanya dua orang, Wakil Presiden (Wapres) Boediono dan Menkeu Sri Mulyani, yang ditengarai telah ikut menggelontorkan uang haram kepada salah seorang dan seharusnya mundur dari jabatannya. "Kuncinya hanya itu saja. Maka, setelah itu masalah selesai," terangnya.
Baru, setelah keduanya mundur dan masalah mereda, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bisa memikir kedepannya seperti apa dengan jernih. "Saya menyarankan agar presiden kembali ke hati nurani dan bertafakkur menghadap ke kiblat," lanjutnya.
Sebab, dengan hati nurani, orang akan berjalan dengan lurus. Karena, hari tidak pernah bohong dan mendustai. Jadi, presiden harus melihat itu.
"Kalau yang dikedepankan adalah pertemanan dan lainnya, maka masalah akan sulit selesainya. Namun, masalah akan selesai jika Boediono dan Sri Mulyani mundur," sambungnya. [beritajatim.com/bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !