Minggu, 27 Mei 2012 | 16:02 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Intiland Rilis Rights Issue Rp2,07 T
Headline
istimewa
Oleh: Susan Silaban
web - Senin, 1 Maret 2010 | 09:03 WIB
INILAH.COM, Jakarta - PT Intiland Development Tbk (DILD) segera melangsungkan rights issue sekitar Rp2,073 triliundengan menawarkan 2,073 miliar lembar saham seharga Rp500 per lembar, namun ditawarkan seharga Rp1.000 per lembar.

Demikian prospektus ringkas Intiland seperti dikutip INILAH.COM pagi ini.

Rights issue ini juga menggunakan HMETD dimana pemegang 2 saham baru dapat memiliki 1 waran seri 1. Di samping itu, sejumlah 1,036 miliar lembar waran satu diberikan secara cuma-cuma sebagai intensif pemegang saham. Waran 1 ini memiliki jangka waktu selama dua tahun dimulai pada 13 April 2010 hingga 12 April 2014.

Waran ini dihargai Rp500 per lembar yang ditawarkan sekitar Rp1.050 per lembar sehingga jumlah yang diharapkan terkumpul Rp1,088 miliar. Bila waran seri 1 ini tidak dilaksanakan sampai habis periode pelaksanaannya, maka waran 1 ini tersebut menjadi kadaluarsa, tidak bernilai dan tidak berlaku. Bahkan, jangka waktu waran ini pun tidak diperpanjang.

"Jika saham baru yang ditawarkan dalam rights isssue ini tidak seluruhnya diambil oleh pemegang saham HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemehang saham lainnya yang melakukan pemesahan dari halnya," jelas manajemen.

Perseroan pun sudah menunjuk pembeli siaga, yakni Faith Mount Investments Ltd maksimum 450 juta lembar, PT Cempaka Andalan Kharisma sebanyak 225 juta lembar, PT Cakrawala Persada Gemilang sebanyak 225 juta lembar, PT Permata Ratnamulia pun sekitar 792,625 juta lembar, dan PT Minna Padi Investment sekitar 380,545 juta lembar.

"HMETD ini muai diperdagangkan pada 13 April 2010 sampai dengan 19 April 2010," jelasnya.

Jadi, modal dasar perseroan setelah rights issue ini sekitar Rp6 triliun dari Rp12 triliun, modal ditempatkan dan disetor penuh pun sekitar Rp3,10 triliun, sedangkan jumlah saham dalam portapel sebanyak 4,445 triliun lembar saham senilai Rp2,890 triliun.

Adapun pengunaan rights issue ini sekitar Rp900 miliar atau 43,42% untuk memberikan penjaman kepada anak usaha, THI dimana Rp450 miliar untuk mengambil alih secara langsung dari pemegang saham yang merupakan pemilik lahan seluas 1.092 ha yang berlokasi di Bitung. Sedangkan Rp450 miliar lagi untuk pengmbilalihan 90% saham PUTRA yang merupakan pemilik lahan seluas 7 ha.

Selain itu, sekitar 38,23% atau Rp792,625 milair untuk melunasi surat utang terhadap PRM atas pembelian lahan baru yang berada di Kabupaten Tangerang serta 18,35% atau Rp380,545 miliar untuk menambah modal perseroan. [san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.