INILAH.COM, Jakarta - Grup Astra menganggarkan belanja modal konsolidasi sekitar Rp7,5 triliun-Rp8 triliun pada 2010.
Direktur Utama PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto mengatakan, belanja modal akan digunakan untuk ekspansi bisnis otomotif, pertambangan dan bisnis yang ada. Dana belanja modal akan didapatkan
dari dana internal dan perbankan. "Akan bertambah 50% untuk belanja modal pada 2010. kita telah mengganggarkan belanja modal sekitar Rp5 triliun pada 2009," ujar Prijono, seusai Rapat Umum Pemegang Saham
Luar Biasa (RUPSLB) ASII pada Senin (1/3).
Ia menambahkan, sekitar 10% dari belanja modal akan digunakan untuk penambahan jaringan Astra. Perseroan juga berencana akan meningkatkan ekspansi pada 2010. Peningkatan ekspansi ini juga tergantung dari makro ekonomi. "Indikator makro ekonomi yang diinginkan pemerintah naik 5%, suku bunga acuan 6,5% menunjukkan keadaan makin kondusif," tambah Prijono.
Lebih lanjut ia mengatakan, untuk otomotif ditargetkan pertumbuhan 10% pada 2010. Selain itu, bidang pertambangan yaitu produksi dari tambang PT Jayaekatama di Kalimantan Selatan dari 2,3 juta MT pada 2009 menjadi 3 juta MT pada 2010. Tambang Tuah Turangga dari 750ribu pada 2009 menjadi 1 juta ton pada 2010. Prijono menjelaskan, salah satu anak perusahaan menandatangani CSP satu tambang yang baru di sekitar Tuah Turangga di Kalimantan Tengah. "Untuk agribisnis kita perkirakan produksi akan flat," tambah Prijono.
Prijono menuturkan, perseroan berencana akan membidik salah satu bidang infrastruktur yaitu satu jalan tol Kunciran-Serpong. Saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan. Kontribusi pendapatan sekitar 47% dari otomotif, financial services sekitar 15% dan sisanya non otomotif. [hid]