INILAH.COM, Jakarta - Kemlu sudah memastikan semua warga Indonesia yang berada di Chile dalam kondisi selamat. Namun, gedung Kedutaan Besar RI di Chile ternyata mengalami kerusakan akibat gempa 8,8 skala richter itu.
"Hingga kemarin malam waktu Indonesia, dikonfirmasi tidak ada korban. Ada warga negara kita disana ada 101, namun kedutaan mengalami kerusakan," kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (1/3).
Menurut Marty, kondisi bangunan KBRI di Chile mengalami kerusakan, seperti atapnya atau gentengnya rusak, saluran listrik juga terganggu akibatnya komunikasi menjadi sulit tapi kedutaan tetap berfungsi memberikan perlindungan bagi warga kita.
Marty juga mengatakan sebagian besar warga Indonesia yang berada di Chile adalah keluarga besar KBRI. Ada pula warga Indonesia yang sudah cukup lama menetap di Chile, serta sejumlah turis.
"Rombongan turis warga kita yang sedang berkunjung ke sana, ada sekitar 20 orang. Tapi itupun dipastikan keadaannya baik," ujar Marty.
Sementara Juru bicara presiden bidang luar negeri Dino Pattijalal mengatakan Presiden SBY turut berbela sungkawa atas peristiwa gempa yang terjadi di Chile. Banyak kenangan SBY di negara tersebuta. "Beliau teringat waktu mengunjungi Chile, APEC beberapa tahun lalu," ujarnya.
Dino juga mengatakan SBY berharap pemerintahan Chile dapat segera melakukan langkah-langkah penyelamatan terhadap para korban yang masih tertimpah puing-puing bangunan.
"Indonesi adalah satu negara yang sering terkena bencana alam, termasuk gempa bumi sehingga sepenuhnya dapat merasakan penderitaan yang sekarang dialami pemerintahan Chile. Tapi kita percaya pemerintah Chile atas kerjasama dengan internasional akan dapat menangani hal ini dengan baik," pungkasnya. [win/mut]