INILAH.COM, Jakarta - Tompi mencintai dunia tarik suara, karena sudah menjadi hobinya. Bahkan, sekalipun tak dibayar, ia tetap bernyanyi. Itu terlepas dari profesinya sebagai dokter.
Tentang itu, berikut ini wawancara singkat INILAH.COM dengan dokter ahli bedah sekaligus penyanyi dan musisi jazz ternama Indonesia ini di studio Trans, Mampang, Jakarta Selatan, Minggu (28/2).
Kenapa nggak fokus jadi dokter saja?
Mungkin karena hobi. Saya memang hobi menyanyi. Sebenarnya tanpa harus jadi artis atau nggak dibayar sekalipun gue tetap akan menyanyi. Kebetulan dapat tempat di industri musik.
Pasien banyak yang minta dinyanyikan?
Aku berusaha memisahkan profesi nyanyi dan dokter. Kalau ada pasien yang minta aku nyanyi atau foto-foto aku bilang maaf bukan di rumah sakit tempatnya. Kalau di luar rumah sakit mungkin aku layani.
kenapa?
Orang banyak menganggap dokter itu kharismatik meskipun teman saya juga banyak yang lucu dan suka becanda. Tapi tetap tahu kapan waktu becanda. Itu alasannya.
Istri jadi perhatian sama pola hidupkah? Suami kan dokter?
Dia lebih care. Minta gue jaga pola makan. Ada yang bilang konspirasi politik, ada yang bilang karena faktor makanan.
Jadi menjaga pola makan?
Harusnya jadi lebih care. Tapi kenyataannya kita sulit mengatakan tidak untuk makanan yang enak-enak. Tapi makanan enak kadang agak jorok sedikit. Sekarang di rumah gue kalau masak nggak pakai penyedap. Jadi kembali ke ala tradisional dulu.
Melihat penyakit kanker banyak diidap anak muda bagaimana?
Kanker itu kadang disebabkan aktivitas seksual. Dan yang menjadi masalahnya sekarang itu karena banyak anak muda yang sudah melakukan aktivitas seksual. Karena kanker nggak datang tiba-tiba. Jadi kalau ada gejala dikit cepat diperiksa. [aji/mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !