INILAH.COM, Jakarta - Jamsostek tampaknya semakin agresif mencari peluang-peluang usaha yang lebih menguntungkan. Contohnya, BUMN ini telah menyiapkan dana Rp900 miliar untuk membeli 5-7,5% saham Garuda.
Padahal, maskapai penerbangan nasional baru ini akan melepas 25% sahamnya di pasar modal pada kuartal III 2010. Selain Garuda, Jamsostek juga tengah mengincar saham PT Krakatau Steel dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III.
Bila pembelian saham Garuda, Krakatau Steel, dan PTPN III masih dalam rencana, tidak demikian halnya dengan dengan saham PT Pembangunan Perumahan (PP). Awal Februari lalu, Jamsostek telah menginvestasikan Rp35 miliar di PP.
Cukup? Belum. Kabar terbaru menyebutkan, Jamsostek juga tengah membidik 20-30% saham BNI Syariah. Sebelumnya juga perusahaan ini telah membeli 9% saham Bukopin Syariah. Malah di Bukopin Syariah Jamsostek akan meningkatkan kepemilikannya hingga 50%.
Hotbonar Sinaga, Direktur Utama Jamsostek, mengatakan bahwa pihaknya tertarik dengan saham-saham BUMN yang fundamentalnya kuat. Berdasarkan aturan yang ada, Jamsostek hanya boleh melakukan penyertaan masiksimal 1% dari asetnya ke perusahaan nonpublik. Sementara ke perusahaan publik angkanya bisa mencapai 5%. Sesuai dengan ketentuan, kami bisa membeli 20-30% saham Garuda, kata Hotbonar. Jamsostek juga tengah membidik usaha rumah sakit. Dengan memiliki sejumlah perusahaan, menurut Hotbonar, Jamsostek akan lebih mudah menjalankan programnya.
Terutama dalam menyediakan rumah bagi pekerja sebagai stake holder utama perusahaan. Karena itu, ketika BTN melepas sahamnya di pasar modal beberapa waktu yang lalu, Jamsostek menjadi investor lokal terbesar yang membeli saham BTN. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !