INILAH.COM, Dubai Kepolisan Dubai mengumumkan anggota ke-27 dalam regu pembunuh seorang petinggi Hamas, Mahmoud Mabhuh, pada 19 Januari di negara bagian Uni Emirat Arab tersebut.
Kepala Polisi Dahi Khalfan juga menyatakan anggota ke-27 regu pembunuh pada 19 Januari di kamar hotelnya sudah dikenali, dengan mengatakan bahwa orang itu perempuan. Pihak berwenang Dubai sudah menyebutkan 26 tersangka anggota regu yang mengikuti dan membunuh tokoh dari salah satu faksi di Palestina tersebut.
Foto paspor para tersangka dan gambarnya tertangkap kamera pengawas sudah mengelilingi dunia. Padahal, dokumen perjalanan itu palsu dan berbendera Inggris, Irlandia, Prancis, Jerman dan Australia.
Khalfan mengatakan, Badan Intelijen Israel (Mossad) menghina Dubai dan negara yang paspor palsunya dipakai agennya dalam pembunuhan Mabhuh yang panglima tentara Hamas itu.
Mossad seharusnya tidak datang ke kami. Kami tidak melakukan apa pun atas Israel. Ini penghinaan kepada kami, Inggris, Australia, Jerman dan Selandia Baru dan itu memalukan, kata Khalfan kepada wartawan di Dubai, Selasa (2/3).
Israel tidak memastikan atau menyangkal memainkan peran apa pun, namun Menlu Avigdor Lieberman menyatakan negerinya tak ada hubungan dengan pembunuhan itu. Pembunuhan ini termasuk kasus high profile karena mendiang diduga berperan berperan dalam menyelundupkan senjata dari Iran ke Jalur Gaza yang dikuasai Hamas sejak pertengahan 2007.
Sementara lokasi pembunuhan yang di Uni Emirat Arab (UEA), mendukung Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan mengakhiri penjajahan Israel. UEA, seperti halnya Indonesia, tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Namun ada beberapa hubungan politik dan perdagangan tingkat rendah beberapa tahun terakhir. [*/vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !