INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah akan menurunkan cadangan risiko fiskal dalam APBN-P dari Rp8,6 triliun menjadi Rp3 triliun. Hal ini didorong naiknya dana subsidi karena harga minyak naik.
Demikian ditegaskan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat ditemui usai mengikuti Rapat Koordinasi Rapat Koordinasi membahas kunjungan Kepresidenan ke Australia dan Papua Nugini di Gedung Menko, Jakarta,
Selasa (2/3).
"Cadangan risiko Fiskal karena sebagian dari keputusan mengenai subsidi dan kemudian ada perubahan asumsi terhadap harga minyak, inflasi dan nilai tukar, maka cadanga risiko fiscal menurun," katanya.
Ia mengatakan, penurunan tersebut disebabkan dikarenakan sebagian dari keputusan subsidi dan perubahan asumsi terhadap harga minyak, inflasi dan nilai tukar sudah semakin lebih baik dari yang diperkirakan di akhir tahun 2009 lalu. "Maka karena deviasinya sudah rendah, cadangan risiko fiskal menurun," ucapnya.
Jumlah dana alokasi cadangan risiko fiskal ini, tentu saja menurut tajam dibandingkan jumlah yang telah disepakati dalam APBN 2010 sebesar Rp8,6 triliun. [hid]