INILAH.COM, Jakarta - PT United Tractors Tbk (UNTR) tidak khawatir dengan produk China yang masuk ke Indonesia.
Hal itu disampaikan Direktur Utama UNTR Djoko Pranoto, Selasa (2/3). Djoko mengatakan, produk China memang masuk ke Indonesia tetapi penjualan alat berat tidak seperti consumer goods. Return On Equity (ROE) akan menjadi acuan investor. "Dengan produk yang canggih tapi didukung oleh distribusi, UNTR siapkan persaingan dari produk China," kata Djoko.
Ia mengatakan pihaknya belum mengambil sikap untuk produk China yang masuk ke Indonesia tapi sudah ada ikatan dengan pihak Komatsu. UNTR akan meningkatkan pelayanan service dan sparepart. Perseroan juga berencana akan mengantisipasi sektor konstruksi yang bergeliat. "Produk UNTR menyiapkan total paket semua sektor termasuk konstruksi dengan Komatsu, Nissan, dan Skynia," kata Djoko.
Lebih lanjut ia mengatakan, Perseroan melakukan leverage anak perusahaan Multiprima Persada yang bergerak dalam bidang rental dan uses equipment. Hal ini dilakukan untuk menjembatani pelanggan baru di sektor konstruksi pada 2010 dan tahun mendatang.
Terkait perdagangan Asean-China, menurut Djoko, CAFTA menjadi suatu tantangan. Perseroan juga akan meningkatkan produksi batubara. "Tahun ini Tuah Turangga Agung akan memulai produksi pada 2010 dan sedang menjalani proses akuisisi 2 perusahaan tambang batubara dapat meningkatkan jumlah produksi batubara," jelas Djoko.
Perseroan juga berencana akan membagikan dividen final pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada Mei 2010. Sebelumnya perseroan membagikan dividen interim 2009 dengan nilai total Rp432,5 miliar pada 11 November 2009.
Direktur Keuangan UNTR Gideon Hasan mengatakan, biasanya Perseroan akan membagi dividen sekitar 40% dari keuntungan. "Sekitar 1/3 dividen sudah dibayar dan sisanya 2/3 yah jadi sisa Rp1,5 triliun," tutur Gideon. [cms]