Lupakan BlackBerry atau iPhone. Celcius X VI II memproduksi ponsel mekanis super mewah di mana produk pertama mereka Celcius LeDIX dibanderol US$300 ribu (Rp 2,8 miliar).
Kami ingin mengambil fungsi yang lebih bermanfaat dari sebuah ponsel dan mencoba memikirkannya kembali serta menciptakan ulang dalam cara yang lebih mekanis, ujar Co-Founder Celcius X VI II Alejandro Ricart.
Perusahaan tersebut berniat menjual produknya hanya dalam jumlah lusinan, bukan jutaan. Mereka membuatnya dengan hati-hati dan menjual bukan untuk konsumsi massal.
Ponsel pertama Celcius yakni LeDIX dihargai US$300 ribu (Rp 2,8 miliar) dan perusahaan hanya membuat sebanyak 50 buah dalam dua versi edisi terbatas.
Ide ponsel Celcius X VI II muncul ketika dalam sebuah penerbangan, pramugari pesawat meminta Co-Founder Thomas Pruvot mematikan ponselnya sebelum lepas landas.
Tanpa ponselnya, dia kesulitan mengetahui jam, jadi dia mulai membayangkan ponsel flip dengan jam mekanik di depannya, setiap kali ponsel dibuka atau ditutup maka akan menyalakan jam tersebut.
Tapi tak hanya berhenti di situ, ponsel sekaligus jam LeDIX memiliki beberapa aspek tidak biasa. ID pemanggil akan bisa berputar atau mengarahkan layaknya tanda tujuan di stasiun kereta api.
Ponsel dapat memberikan indikasi pesan belum dibaca dengan menggeser bola atau menjentikkan tangan.
Menu utama LeDIX adalah panggilan telepon, pesan SMS, kamera, kontak dan kalender. Selain itu juga ada layanan email dan jelajah web. Handset juga didesain untuk penggunaan yang mudah dan elegan, bukan untuk fitur yang dalam. [ito]