Minggu, 27 Mei 2012 | 16:09 WIB
Follow Us: Facebook twitter
DPK BCA Tumbuh 21% Senilai Rp234 Triliun
Headline
istimewa
Oleh: Agustina Melani
web - Selasa, 2 Maret 2010 | 16:19 WIB
INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga mencapai Rp234 triliun atau naik sebesar 21% pada September 2009 dibandingkan periode sama sebelumnya.

Hal itu disampaikan Direktur BBCA Suwignyo Budiman dalam siaran pers yang diterbitkan pada Selasa (2/3). Sementara itu jumlah dana masyarakat yang berhasil dikumpulkan lewat tahapan BCA mencapai Rp107 triliun atau naik 10% dibanding kuartal ketiga 2008 yang mencapai Rp97 triliun.

Kenaikan tersebut seiring meningkatnya jumlah nasabah Tahapan BCA karena hingga akhir September 2009 lalu tercatat 7,8 juta nasabah atau naik 8,3% dari tahun sebelumnya sebanyak 7,2 juta nasabah. "BCA tetap memiliki keyakinan bahwa dana para nasabah yang dipercayakan pengelolaannya di BCA terus tumbuh pada masa mendatang," kata Suwignyo.

Lebih lanjut ia mengatakan, kenaikan tersebut signifikan dengan meningkatnya jumlah nasabah Tahapan BCA hingga akhir September 2009 lalu tercatat 7,8 juta nasabah atau naik 8,3% dari tahun sebelumnya sebanyak 7,2 juta nasabah. Perseroan juga mengharapkan adanya peningkatan dana pihak ketiga serta jumlah nasabahnya.

Salah satunya diharapkan dari Tahapan BCA yang merupakan salah satu produk BCA yang semakin menjadi pilihan utama nasabah dalam transaksi keuangannya. "Kami berharap, program gebyar Tahapan BCA ini dapat memacu masyarakat untuk menyimpan dananya di bank dan menjadikan budaya menabung bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia," ujar Suwignyo.

BBCA akan kembali menggelar Gebyar Tahapan BBCA periode I mulai Maret hingga Juni 2010. Nasabah Tahapan BCA cukup memiliki saldo rata-rata kelipatan Rp1 juta berhak mendapatkan satu kupon hadiah.

Suwignyo mengatakan, pihaknya akan meningkatkan jumlah cabang dari 862 cabang menjadi sekitar 900 cabang. Jumlah anjungan tunai mandiri (ATM) dari 6.000 akan ditingkatkan menjadi 7.000 tahun depan. Selain itu, transaksi perbankan lewat internet bangking pun mulai meningkat. "Transaksi rupiah yang ditransaksikan lewat internet lebih besar dibandingkan lewat ATM, dan BCA akan kembangkan fitur-fitur lain," jelas Suwignyo.

Saat ini nilai transaksi internet bangking dengan Klik BCA sekitar Rp120 triliun per bulan. Biasanya transaksi perbankan lewat internet untuk bisnis. Sedangkan transaksi lewat ATM sekitar Rp70 triliun per bulan. Sementara itu, transaksi Flazz nilai top up sekitar Rp20 miliar dan payment Rp30 miliar per bulan. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.