Minggu, 27 Mei 2012 | 00:47 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Demonstran yang Dihadapkan Dengan Anjing
Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh:
web - Rabu, 3 Maret 2010 | 09:20 WIB
Selasa (2/3) massa aliansi Emas Bangsa yang terdiri dari KAMMI Daerah Semarang, BEM UNDIP, BEM UNNES dan BEM Polines aksi turun ke jalan untuk menyerukan pengawalan kasus century.

Aksi direncanakan dari pusat videotro lalu ke DPRD dan diakhiri siaran di RRI di jalan Ahmad Yani Semarang.

Seperti biasanya anggota polisi selalu mengamankan jalannya aksi oleh mahasiswa. Ada hal yang aneh saat memasuki kawasan RRI masa aksi tidak diperbolehkan masuk ke halaman RRI Semarang, padahal biasanya massa aksi bisa masuk di kawasan RRI.

Setelah lobi dengan pihak RRI dan polisi, mahasiswa tetap ditolak masuk. Padahal sehari sebelumnya telah menemui pihak RRI dan diperbolehkan masuk dan perwakilan massa aksi melakukan siaran langsung dari RRI.

Untuk hari itu seperinya RRI dan Polisi dari Polres Semarang Selatan sepakat untuk tidak menerima kehadiran massa aksi.

Keinginan massa aksi sederhana saja, masuk halaman RRI dan mendengarkan perwakilan mahasiswa yang mengikuti siaran RRI dengan mengemukakan apa saja tuntutan dari aliansi Emas Bangsa.

Sembari lobi dengan polisi dan pimpinan RRI, massa aksi yang telah menunggu lebih dari satu jam bentrok dengan polisi. Akhirnya polisi mengeluarkan senjata andalannya, yaitu 2 ekor anjing besar untuk mengusir massa aksi.

Keberadaan anjing ini tentunya mengagetkan massa aksi, namun dari mahasiswa tidak ada korban. Dalam aksi-aksi biasanya polisi tidak pernah menyandingkan anjing dengan para demonstran, jadi patut dipertanyakan.

Setiap aksi yang menyangkut pemerintahan SBY selalu massa aksi ditindak represif dan polisi kurang mampu memahami keinginan massa aksi.

Dalam proses lobi para penanggungjawab aksi berani menjaminkan dirinya bila terjadi kerusuhan di halaman RRI, namun pihak polisi dan RRI tetap tidak mebiarkan masuk massa aksi.

Apakah ini sikap yang memang telah diperintahkan atasan, untuk tidak permisif pada massa aksi yang menghujat pemerintahan saat ini.

Bila demokrasi harus berhadapan dengan binatang-anjing, maka itulah usaha untuk melanggengkan rezim, bentuk ketakutan akan suara rakyat. Merdeka !!!

Ibnu Dwi Cahyo
KAMMI Daerah Semarang
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
4 Komentar
satraia
Kamis, 4 Maret 2010 | 10:37 WIB
ya ga papa sih, kalo polisinya bawa anjing. polisi juga manusia. asal anjingnya ga ditempeli foto, apalagi kalo fotonya para pejabat..hahaha
jeremy
Kamis, 4 Maret 2010 | 09:53 WIB
Sudah untung cm anjing, gmn klo harimau..Tindak tegas segala bentuk perusakan yg membawa kerusuhan.
pram
Rabu, 3 Maret 2010 | 17:44 WIB
itu artinya kalo demontrasi lagi harus bawa KUCING,SAPI,Ayam ....
arung
Rabu, 3 Maret 2010 | 14:00 WIB
kalo gitu ada kesan akan kembali ke era pak harto....
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.