inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Polisi Dubai Berniat Bekuk PM Israel

Headline
Benjamin Netanyahu
Oleh:
Rabu, 3 Maret 2010 | 11:11 WIB
INILAH.COM, Dubai Kepolisan Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), berencana mengupayakan penangkapan PM Israel Benjamin Netanyahu dan Kepala Badan Intelijen Mossad, terkait pembunuhan seorang pejabat Hamas di emirat itu.

Kami akan meminta jaksa penuntut umum Dubai untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi Netanyahu dan pemimpin Mossad, demikian ucapan Kepala Polisi Dubai, Dahi Khalfan Tamim, seperti dilansir Press TV, Rabu (3/3).

Tamim menegaskan, dirinya sangat yakin agen-agen Israel terlibat dalam pembunuhan Komandan Hamas yang salah satu faksi Palestina, Mahmoud Al Mabhouh di sebuah hotel mewah di Dubai, pada Januari. Ia meminta Pemimpin Mossad, Meir Dagan, ditangkap jika terbukti bertanggung jawab.

Tamim menyatakan, Senin, Mossad menghina Dubai dan negara-negara Barat yang paspor palsunya digunakan oleh para tersangka dalam pembunuhan itu. Dubai telah meminta Biro Penyelidikan AS (FBI) untuk memeriksa kartu kredit prabayar yang dikeluarkan AS dan digunakan para tersangka.

Dengan mengutip sumber FBI, suratkabar nasional itu menyatakan penyelidik memeriksa keterlibatan Israel dalam pembunuhan itu. Tiga-belas dari 27 tersangka menggunakan MasterCard prabayar yang dikeluarkan oleh MetaBank di Amerika, untuk membeli tiket pesawat dan memesan kamar hotel, demikian penggalam artikel tersebut.

MetaBank menolak untuk berkomentar. UEA, negara Arab sekutu AS yang mendukung upaya Palestina untuk memperoleh negara merdeka dan diakhirinya pendudukan Israel, tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Meski begitu, UEA membina hubungan politik dan perdagangan tingkat rendah dalam beberapa tahun belakangan ini. Beberapa beberapa pejabat Israel menghadiri acara di negara Arab Teluk itu. Penyalahgunaan paspor itu juga menarik kecaman Uni Eropa. Beberapa pemerintah yang terlibat telah memanggil duta besar Israel untuk negara mereka guna menyampaikan protes. [*/vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.