INILAH.COM, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan menyatakan terdapat potensi deflasi pada bulan Maret. Hal tersebut disebabkan turunya harga beberapa kebutuhan pokok.
"Harga-harga sudah mulai turun, ada kemungkinan deflasi," ucapnya usai rapat koordinasi mengenai ketahanan pangan di Gedung Kemenko, Jakarta, Rabu (3/3). Pada bulan Februari terjadi inflasi sebesar 0,3
%, inflasi tersebut dipicu dengan naiknya harga beras.
Rusman mengatakan, penuruna drastis pada harga beras dan cabe merah serta beberapa harga komoditas yang memiliki pengaruh besar terhadap inflasi. "Kalau kita compare dengan harga pada bulan Februari kemarin, lalu cabe merah yang bobotnya tinggi juga turun. Pokoknya beberapa bahan pokok yang punya bobot tinggi dalam inflasi mengalami penurunan," katanya menjelaskan.
Potensi deflasi, kata Rusman, juga disebabkan, karena penurunan harga komoditas tersebut pada minggu kedua hingga keempat bulan ini disebabnkan panen padi sudah mulai berlangsung di beberapa daerah penghasil beras.
Meski demikian, Rusman mengingatkan, perkiraan tersebut masih dapat berubah. Pasalnya kondisi bisa saja berubah dan menimbulkan inflasi. "Tapi masih terlalu pagi saya katakan begitu tapi paling tidak perkembangan harga beras menyatakan seperti itu," pungkasnya. [hid]