inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Sikap Anggota Dewan Miskin Etika

Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh:
Kamis, 4 Maret 2010 | 08:50 WIB
Mencermati sidang-sidang para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), khususnya sidang-sidang Pansus Century, kami sangat memprihatinkan bahwa etika dan teladan dari para anggota dewan tidak ada lagi.

Para anggota dewan mempertontonkan kata-kata kasar dan tingkah laku kurang terpuji saat sidang. Sikap anggota dewan ini dapat dikatakan miskin etika dan tidak sesuai dengan falsafah dan dasar negara Pancasila.

Kami prihatin karena wakil rakyat merupakan pilihan rakyat, yang tentunya harus memberi teladan bagi rakyat dalam bersikap maupun bertindak. Adu jotos dan kata-kata yang kurang beretika meluncur dari mulut anggota dewan, yang disiarkan langsung televisi.

Bahkan wakil rakyat ini sedang mengemban amanah untuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Namun, apa yang dipertontonkan para anggota dewan itu sungguh memprihatinkan, seperti ribut dalam rapat, yang tidak semestinya dilakukan anggota dewan terhormat.

Senat Universitas Negeri Semarang, termasuk 32 guru besar dari delapan fakultas, mengaku prihatin terkait dinamika sosial politik akhir-akhir ini, terutama penanganan kasus Bank Century. Mereka mengimbau agar persoalan bangsa diselesaikan dengan merujuk pada nilai-nilai Pancasila.

Ketua Senat sekaligus Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Sudijono Sastroatmodjo di Kampus Unnes, Sekaran, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (2/3), mengungkapkan, persoalan bangsa, seperti kasus Bank Century, seharusnya dapat diselesaikan dengan sikap yang proporsional dan sesuai dengan nilai Pancasila, seperti musyawarah mufakat.

Keputusan yang dikeluarkan diharapkan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat luas, bukan kepentingan golongan. Persoalan bangsa Indonesia tidak hanya kasus Bank Century. Untuk itu, mengharapkan semua lembaga negara tetap fokus melaksanakan pembangunan bangsa yang berpihak pada kepentingan rakyat.

Kasus bank Century seolah-olah jadi satu-satunya persoalan. Padahal, banyak masalah lain yang belum terselesaikan, seperti di sektor pendidikan.

Salah satu guru besar dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unnes, Supriadi Rustad, mengaku khawatir bahwa aksi-aksi atas nama demokrasi saat ini telah kebablasan, protes kan juga ada etikanya.

Selain itu, Panitia Khusus DPR tentang Kasus Bank Century juga memperlihatkan perbedaan pendapat antaranggota tidak disikapi dengan bijaksana, tetapi justru direspons lewat ucapan-ucapan kasar dan tindakan yang tidak semestinya.

Saya berharap para anggota dewan terhormat bisa memperbaiki diri, memberi teladan kepada masayarakat dalam beretika, bersikap, atau mengeluarkan kata-kata, sehingga tidak menyinggung perasaan orang lain.

Semua masalah bisa diselesaikan dengan baik, dengan bermusyawarah dan bermufakat. Bukan gontok-gontokan atau caci maki, menang menangan, adu kuat otot, tapi miskin pemikiran dan etika.


Tata Rustadinata
Bandung
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
4 Komentar
iwan @ Senin, 8 Maret 2010 | 06:43 WIB
sebagai orang tua saya sangat prihatin dengan politisi kita yang tidak bisa memberi contoh etika dan sopan santun serta contoh menghargai orang lain kepada masyarakat terutama anak-anak yang kebetulan melihat tingkah polah... kepandaian mereka hanya untuk melegalkan kesalahan yang jelas telah dilakukan... mereka bilang tidak melanggar tatip, benar sekali tetapi mereka telah melanggar etika, kesopanan dan nilai-nilai luhur bangsa ini... dan begitu bangganya mereka... saya cuma berharap marilah sebagai orang tua kita bisa memberi contoh, teladan dan warisan kepada anak cucu kita berupa "ilmu dan agama" agar dimasa depan anak cucu kita jadi pemimpin tidak seperti mereka yang merasa dirinya terhormat
adi @ Kamis, 4 Maret 2010 | 22:24 WIB
kecewa banget.. anggota DPR kayak sekarang...
Truno 007 @ Kamis, 4 Maret 2010 | 18:29 WIB
Sungguh saya maluuu melihat tingkah anggota dpr, ngomong saling serobot interupsi asal aja pake teriak2 huuuu sama sekali tidak ada tertibnya mic dibuat main, ada yg nyanyi2 duuuh sedih bener ini kan sidang paripurna Dewan yg katanya terhormat rasanya gak pantes mereka pake jas, baju, dasi, sepatu yg mahal itu, kelakuan seperti orang ngerumpi di pos ronda sambil nonton sepakbola. Miskin etika tapi bergelimang kemewahan.
Betul ! @ Kamis, 4 Maret 2010 | 13:47 WIB
Miskin etika, sopan santun dan Ilmu Pendidikan sampai tidak tahu bagaimana menyelamatkan Bangsa dari Krisis Ekonomi Global. Otak mereka kebanyakan diisi oleh EGO Partai... ya maklum aja waktu nyalonin juga bayar tah ? .. Padahal kalau mereka tugas ke LN (mau ngapain ya tugas ke LN secara tugasnya kan wakil rakyat sementara udah ada instansi terkait /departemen yag ngurus masalah LN) pastinya mereka juga 'nodong' perwakilan RI padahal dah punya duit jalan ! Cape deeeeeeeee
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.