Mencermati sidang-sidang para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), khususnya sidang-sidang Pansus Century, kami sangat memprihatinkan bahwa etika dan teladan dari para anggota dewan tidak ada lagi.
Para anggota dewan mempertontonkan kata-kata kasar dan tingkah laku kurang terpuji saat sidang. Sikap anggota dewan ini dapat dikatakan miskin etika dan tidak sesuai dengan falsafah dan dasar negara Pancasila.
Kami prihatin karena wakil rakyat merupakan pilihan rakyat, yang tentunya harus memberi teladan bagi rakyat dalam bersikap maupun bertindak. Adu jotos dan kata-kata yang kurang beretika meluncur dari mulut anggota dewan, yang disiarkan langsung televisi.
Bahkan wakil rakyat ini sedang mengemban amanah untuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Namun, apa yang dipertontonkan para anggota dewan itu sungguh memprihatinkan, seperti ribut dalam rapat, yang tidak semestinya dilakukan anggota dewan terhormat.
Senat Universitas Negeri Semarang, termasuk 32 guru besar dari delapan fakultas, mengaku prihatin terkait dinamika sosial politik akhir-akhir ini, terutama penanganan kasus Bank Century. Mereka mengimbau agar persoalan bangsa diselesaikan dengan merujuk pada nilai-nilai Pancasila.
Ketua Senat sekaligus Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Sudijono Sastroatmodjo di Kampus Unnes, Sekaran, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (2/3), mengungkapkan, persoalan bangsa, seperti kasus Bank Century, seharusnya dapat diselesaikan dengan sikap yang proporsional dan sesuai dengan nilai Pancasila, seperti musyawarah mufakat.
Keputusan yang dikeluarkan diharapkan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat luas, bukan kepentingan golongan. Persoalan bangsa Indonesia tidak hanya kasus Bank Century. Untuk itu, mengharapkan semua lembaga negara tetap fokus melaksanakan pembangunan bangsa yang berpihak pada kepentingan rakyat.
Kasus bank Century seolah-olah jadi satu-satunya persoalan. Padahal, banyak masalah lain yang belum terselesaikan, seperti di sektor pendidikan.
Salah satu guru besar dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unnes, Supriadi Rustad, mengaku khawatir bahwa aksi-aksi atas nama demokrasi saat ini telah kebablasan, protes kan juga ada etikanya.
Selain itu, Panitia Khusus DPR tentang Kasus Bank Century juga memperlihatkan perbedaan pendapat antaranggota tidak disikapi dengan bijaksana, tetapi justru direspons lewat ucapan-ucapan kasar dan tindakan yang tidak semestinya.
Saya berharap para anggota dewan terhormat bisa memperbaiki diri, memberi teladan kepada masayarakat dalam beretika, bersikap, atau mengeluarkan kata-kata, sehingga tidak menyinggung perasaan orang lain.
Semua masalah bisa diselesaikan dengan baik, dengan bermusyawarah dan bermufakat. Bukan gontok-gontokan atau caci maki, menang menangan, adu kuat otot, tapi miskin pemikiran dan etika.
Tata Rustadinata
Bandung
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !