INILAH.COM, Jakarta - Lelaki yang jarang menggunakan fungsi ereksi, cenderung kehilangan kemampuan itu secara perlahan. Dengan kata lain ereksi yang disia-siakan dapat memupus kemampuan Mr Dick tegak berdiri secara perlahan.
Lelaki paruh baya yang berhubungan seks setidaknya seminggu sekali dapat membuang risiko disfungsi ereksi hingga 50% dibanding mereka yang jarang bercinta.
Jadwal seminggu sekali bukan harga mati. Peneliti dari Finlandia mengatakan semakin sering berhubungan seks, semakin rendah risiko disfungsi ereksi.
"Bercinta yang rutin seperti halnya olahraga teratur yang mampu menjaga fungsi-fungsi tubuh," jelas Dr Juha Koskimaki dari University Tampere, Finlandia.
Kesimpulan ini berdasarkan survei selama lima tahun pada lelaki usia 55-75 tahun. Empat dari lima lelaki yang menjadi objek penelitian berstatus menikah atau mempunyai pasangan tetap. Lebih dari setengahnya memiliki kelebihan berat badan, dan setidaknya mempunyai satu penyakit kronis.
Dari studi itu terkuak, pria sepuh yang kurang dari satu kali ereksi pagi dalam seminggu ternyata 2,5 kali lipat berisiko mengalami disfungsi ereksi, dibanding mereka yang ereksi pada pagi hari sebanyak 2-3 kali dalam sepekan.
Satu keterbatasan yang diakui Dr Koskimaki dan koleganya dalam penelitian itu adalah mereka tidak menanyakan apakah saat ereksi digunakan juga untuk masturbasi, selain untuk berhubungan seks? [L1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !