INILAH.COM, Jakarta Saham PT Bumi Resources (BUMI), Kamis (4/3) secara teknis diprediksikan masih menguat. Sebab, para investor asing sudah mulai net buy di saham ini. Speculative buy BUMI!Arga Paradita Sutiono,
research analyst Asia Kapitalindo Securities mengatakan potensi penguatan saham
BUMI hari ini salah satunya karena mendapat dukungan dari investor asing yang masih melakukan
net buy di saham ini. Hanya saja pasar harus hati-hati, sebab harga minyak naik turun di level US$79-80.
Di sisi lain, saham ini juga mendapatkan
good news dari penguatan harga batubara di Newcastle ke angka US$96 per metrik ton. Karena itu,
BUMI akan mengarah ke level
resistance Rp2.475 dan Rp2.275 sebagai level
support-nya, katanya kepada Ahmad Munjin dari
INILAH.COM, di Jakarta.
Pada perdagangan Rabu (3/3) saham BUMI ditutup menguat Rp25 (1,07%) menjadi Rp2.350 dengan intraday Rp2.425 dan Rp2.275. Volume transaksi mencapai 284,1 juta unit saham senilai Rp671,03 miliar dan frekuensi 8.205 kali. Berikut wawancara lengkapnya.
Apa prediksi Anda terkait pergerakan saham BUMI hari ini?Saya kira masih potensial menguat. Sebab, emiten ini dirumorkan akan kembali menambah kepemilikan sahamnya sebesar 7% di PT Newmont Nusa Tenggara (NTT). Total kepemilikannya jadi 31%. Kepemilikan 31% PT Multi Daerah Bersaing (MDB) merupakan
joint venture antara BUMI dengan Pemda Nusa Tenggara Timur masing-masing 75% dan 25%. Itulah
good news-nya BUMI.
Akan bergerak di kisaran berapa?BUMI akan mengarah ke level
resistance Rp2.475 dan Rp2.275 sebagai level
support-nya.
Secara teknis, apakah BUMI juga berpotensi menguat?Secara
technical, saham ini juga masih akan melanjutkan penguatan kemarin yang belum menyentuh level
resistance-nya dari sisi tren. Sebetulnya,
resistance BUMI hari ini berada di angka Rp2.400.
Hanya saja, trennya seharusnya naik karena secara teknikal ada
gap yang harus ditutup di atas Rp2.4.00 yaitu Rp2.475. Tapi memang kemarin tidak bisa mencapai level itu karena volume transaksi yang kecil. Sebab, pasar masih
wait and see atas perkembangan politik dalam negeri.
Bagaimana dengan posisi asing saat ini?Ya. Potensi penguatan BUMI juga mendapat dukungan dari investor asing yang masih melakukan
net buy terhadap saham ini. Hanya saja pasar harus hati-hati saja untuk BUMI, sebab harga minyak tetap di level US$79-80. Di sisi lain, saham ini juga mendapatkan
good news dari penguatan harga batubara di Newcastle ke angka US$96 per metrik ton.
Sentimen market bagaimana?Sentimen market belum berpihak pada kondusifnya pergerakan BUMI. Sebab, market sendiri masih diwarnai tipisnya transaksi karena pasar masih
wait and see terhadap hasil Sidang Paripurna terkait rekomendasi akhir DPR yang mengagendakan Pansus Skandal Bank Century. Signifikansinya bagi market memang kecil. Tapi, efek belakangnya, karena voting memilih opsi C menandakan adanya perkara hukum baik Wakil Presiden Boediono maupun Menteri Keuangan Sri Mulyani. Tapi itu baru akan berpengaruh nanti bukan sekarang.
Apakah pasar sudah mengantisipasi laporan keuangan BUMI awal April mendatang?Laporan keuangan memang akan berpengaruh positif pada BUMI. Namun, masalah pajak akan sedikit mengganggu dalam laporan keuangan itu. Sekarang tergantung pada bagaimana pasar menyikapinya.
Lantas, apa rekomendasi Anda?Saya rekomendasikan
speculative buy BUMI. [jin/ast]