inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Peter F. Gontha

Bangga Java Jazz Made in Indonesia

Headline
Peter F. Gontha
Oleh: Aris Danu Cahyono
Kamis, 4 Maret 2010 | 11:00 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Java Jazz Festival 2010 siap digelar 5-7 Maret 2010, di JIExpo Kemayoran Jakarta Pusat, dengan menghadirkan 1.300 musisi jazz dunia. Ini prestasi membanggakan Indonesia.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini wawancara singkat INILAH.COM dengan Chairman JAVA Production, Peter F Gontha, penyelenggaran Jakarta International Java Jazz Festival 2010 bertema Jazzin Up Remarkable Indonesia, di Flores Room, Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (3/3).

Musisinya berapa banyak yang telibat?
Total musisi yang akan mengisi acara Java Jazz tahun ini ada 1.300 musisi, di antaranya 430 musisi dari luar negeri dan sekitar 900 musisi dalam negeri. Kita juga akan masuk MURI karena kita adalah festival musik jazz terbesar di dunia dengan 21 panggung dan 1.300 artis.

Tiket terjual?
Sampai saat ini sudah 100.000 karcis yang sudah terjual dan pastinya pas hari 'H' (pertunjukan berlangsung, red) jumlah itu akan bertambah lagi. Targetnya mungkin bisa sampai 120.000 pas hari 'H', karena banyak juga yang suka telat.

Musisi dari mana saja?
Ada dari Rusia dan Malaysia. Mereka datang sendiri ke festival ini. Sementara musisi dari Meksiko juga datang dengan disponsori kedutaannya.

Tahun lalu banyak musisi muda, sekarang banyak yang senior?
Iya. Kita sekarang banyak straight the head macam Tony Braxton. Pokoknya banyak musisinya. Mulai dari musisi latin jazz, pop jazz, popnya juga ada, banyak deh.

Acara ini mengundang turis juga?
Iya, wisatawan sekarang paling banyak itu dari Malaysia dan Taiwan, dari Australia juga banyak. Sebagai bangsa Indonesia kita senang, paling nggak ini acara made in Indonesia dan kita harus bangga, terhebat dalam demonstrasi dan juga terhebat dalam festival juga.

Festival ini juga untuk menunjukan imej Indonesia juga?
Indonesia terkenal dengan negara ekstrim atau teror, kita harapkan jadi baik di mata luar negeri.

Mau suruh artis luar pakai batik kaya Jason Mraz tahun lalu?
Nggak pantes pakai batik semua. Tapi ada juga yang pakai batik tentunya.

Pengamanan?
Kita sudah berkordinasi dengan kepolisian dan kita mendapatkan pengaman dari Polri sebanyak 2.000 personel yang berpakaian sipil dan seragam.

Kabarnya biayanya sampai triliunan?
Aduh nggak, itu masalah rahasia dapur.

Perpindahan tempat dari JCC ke Kemayoran kesulitannya apa?
Ya, sebenarnya sudah waktunya kita punya gedung pertunjukan sendiri seperti opera di Sydney. Masa di Singapura yang penduduknya cuma tiga juta, kita yang ratusan juta cuma punya gedung kesenian yang cuma cukup 400 orang. Makanya kita pindah tempat yang lebih bagus dan kapasitasnya lebih luas.

Suhu politik lagi tinggi, kemarin juga ada demo nggak takut?
Emang gue pikirin, nggak berpengaruh.

Kabarnya Java Jazz jadi yang terbesar di dunia?
Ya, senang ya, tapi nggak nyangka ya. Sebanyak 21 panggung itu yang buat kita jadi festival jazz terbesar di dunia. [aji/mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.