INILAH.COM, Tel Aviv Di tengah sorotan mata dunia atas dugaan keterlibatan Mossad dalam sebuah pembunuhan di Dubai, Badan Intelijen Israel itu malah menerima lonjakan jumlah pelamar.
Pilihan karir di Mossad menghadapi popularitas yang tak pernah ada sebelumnya sejak pembunuhan di Dubai, Uni Emirat Arab (UAE), demikian laporan harian Israel Yediot Aharonot yang dilansir Xinhua, Kamis (4/3).
Meskipun Israel belum membantah atau mengkonfirmasi keterlibatannya dalam pembunuhan petinggi Hamas, Mahmoud Al Mabhouh, media internasional ramai memberitakan kasus itu. Termasuk dugaan keterlibatan Mossad yang dihembuskan Palestina dan Dubai. Akibatnya, lamaran Yahudi pun membludak melalui jejaring resminya.
Jumlah pasti daftar riwayat hidup (CV) yang dikirim ke Mossad tak diketahui. Kantor PM Israel, yang menanggapi atas nama lembaga itu menyatakan, tak memiliki kebiasaan untuk mengomentari laporan media mengenai Mossad.
Banyak pihak terkejut ketika organisasi tersebut meluncurkan jejaring resmi beberapa tahun lalu dalam upaya untuk memperluas peluang bagi calon yang berpotensi. Tindakan itu dikecam keras oleh sebagian veteran mata-matanya, yang menyatakan Mossad mengkompromikan kerahasiaannya dengan mengungkapkan gambaran pekerjaan. [*/vin]