INILAH.COM, Jakarta - Dalam paripurna FPAN tidak memilih opsi A atau C terkait kasus Bank Century. Namun Ketua Umum PAN Hatta Rajasa membantah jika parpolnya tak bersikap alias abu-abu.
"Yang mana abu-abu? Itu salah," tegas Hatta seraya mengklarifikasi tuduhan tersebut di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/3).
Ia mengungkapkan, pada saat memberikan pandangan memang ada kesepakatan untuk tidak memilih opsi A dan opsi C. Karena, memilih ada sesinya tersendiri. "Setelah pandangan baru kita memilih A dan C dan kami konsisten dengan agenda itu. Jadi jangan salah," pesan Hatta.
Menko Perekonomian ini menuturkan, seakan-akan dua opsi tersebut adalah yang salah dan yang benar. Sesungguhnya opsi A dan C memiliki kesamaan. Perbedaanya, jika opsi C menyebutkan nama, sementara opsi A tidak.
"Hanya meminta pihak-pihak yang melakukan pelanggaran administrasi maupun hukum dan akan diproses secara administrasi," tutur Hatta.
Selain itu, menurut dia, opsi A melihat kebijakan dalam rangka penyelamatan perekonomian. Namun seolah-olah dikesankan opsi A salah dan opsi C benar. "Ini keliru," katanya.
Karena itu, Hatta melanjutkan, kemudian muncul gagasan menggabungkan opsi A dan C, menjadi opsi AC. Alsan digabungkan karena sama-sama merupakan prodak dari Pansus Angket Bank Century.
"Saya kira sudah menjadi sebuah keputusan kita kembali saja fokus pada pekerjaan-pekerjaan kita, kita ambil hikmahnya ini satu sejarah dalam kehidupan ketatanegaraan kita, kehidupan politik kita, kita harus hormati dan kita jalani kemudian kita fokus kepada pekerjaan-pekerjaan besar yang sedang menunggu," pungkas Hatta. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !