HIDUP mapan, dan masih single alias bujangan amat berpeluang terbawa ke dalam gaya hidup bebas. Gaya hidup lebih modern ini terkadang menganggap bahwa melakukan hal-hal tertentu di luar naluri adalah kemajuan. Seperti melakukan seks di luar nikah atau berganti-ganti pasangan.
Perbuatan tersebut padahal bisa menimbulkan penyakit kelamin menular HIV AIDS yang masih sulit disembuhkan. Bahkan kondompun hanya bisa melindungi sampai 30%, artinya kemungkinan tertular penyakit masih ada.
Sampai oral seks yang oleh sebagian orang dipercaya bahwa di dalam cairan air ludah terdapat zat yang aman untuk virus HIV adalah tidak benar.
Ya, memang bisa dimengerti fenomena yang terjadi di kalangan profesional muda.
Namun ada kekaburan informasi yang perlu diperjelas agar bisa mengambil keputusan terbaik, sebelum melakukan sesuatu.
Kondom oleh sebagian kalangan dikatakan sebagai upaya melakukan hubungan seks yang aman.Namun laporan di CDC Atlanta menyebutkan bahwa kegagalan kondom mencapai 33,3%.
Itu berarti bila Anda melakukan seks pranikah dengan perlindungan kondom, dalam tiga kali kontak seks satu kali anda berisiko tertular penyakit menular. Yang terberat sekarang ini adalah HIV AIDS sebab belum ditemukan obatnya.
Disamping itu, risiko kehamilan dengan segala konsekuensinya juga sangat nyata. Tapi kalau dengan perlindungan kondompun resikonya masih sangat berat apalagi tanpa kondom.
Seks oral juga tidak tepat kalau dikatakan sebagai seks yang aman. Memang pernah ditulis dalam sebuah surat kabar harian di Amerika volume 118/June 1989 dilaporkan bahwa di dalam zalipha atau cairan air ludah terdapat zat yang bisa menghambat virus HIV.
Namun, mengingat aktivitas seks oral seringkali menimbulkan mycrolesy, luka kecil yang tidak tampak mata maka aktivitas ini masih dikelompokan dalam aktivitas seks bahaya. Dengan pemahaman itu, berarti seks oral ataupun kondom bukanlah tindakan seks yang aman.
Di sisi lain aktivitas seks pranikah bisa menimbulkan berbagai masalah psikis. Salah satunya yaitu rasa tidak aman dalam menjalin kedekatan dengan pasangan. Akibatnya sulit memperoleh kebahagiaan yang utuh serta kepuasan seksual yang optimal.
Saat ini kesadaran tentang seks yang aman makin tumbuh. Termasuk meyakini bahwa seks yang aman adalah melalui ikatan pernikahan. Fenomena semacam ini semakin disadari dalam lingkungan masyarakat modern seperti di Amerika Serikat. Misalnya, melakukan gerakan yang menyerukan pernikahan adalah cara aman melakukan seks.
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !