INILAH.COM, Jakarta - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) memberikan pembiayaan kepada 14 Usaha Kecil Menengah (UMKM) di Solo, Jawa Tengah. UKM tersebut merupakan pelaku ekspor furniture dengan tujuan eskpor adalah Timur Tengah, Eropa dan Amerika.
"Kementrian Perdagangan bekerjasama dengan LPEI untuk mengembangkan kapasitas UKM berorientasi ekspor serta membantu dalam mengatasi kesulitan pembiayaan," ujar Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar, di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (4/3). Sebagai informasi, hari ini, Kemendag dan LPEI menandatangani kesepakatan bersama mengenai Pengembangan Kapasitas dan Peningkatan Akses Pembiayaan bagi UKM pelaku ekspor.
Ia mengatakan, perjanjian tersebut dilakukan melalui sinkronisasi program dalam rangka pembiayaan UKM orientasi ekspor, seperti program pemberian fasilitas jaminan oleh LPEI dalam rangka ekspor UKM. Dengan fasilitas ini, para eksportir dan pelaku usaha diharapkan lebih mempunyai keberanian untuk mengekspor produknya ke pasar yang lebih luas.
"Beberapa waktu lalu mereka mendapat kontrak dari Timur Tengah. Kontrak itu kan butuh pembiayaan. Lagipula, Timur tengah itu mempunyai resiko gagal bayar yang besar. Dengan fasilitas ini, eksportir menjadi lebih berani karena diberi penjaminan oleh LPEI," katanya. [cms]