INILAH.COM, Batam - Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla mengatakan untuk memenangkan persaingan pasca perjanjian perdagangan bebas China-Asean atau China-Asean Free Trade Agreement (CAFTA) maka diperlukan efisiensi biaya produksi.
Menurutnya, efisiensi biaya lebih diperlukan untuk memenangkan persaingan dalam CAFTA, ketimbang proteksi produksi dalam negeri. "Sudah tidak jamannya lagi proteksi, yang dibutuhkan adalah efisiensi," katanya di Batam, Kamis (4/3).
Selain itu, untuk mendorong dunia usaha agar dapat bersaing dalam era CAFTA, maka pemerintah juga harus membantu dengan memberikan bunga pinjaman murah serta memperbaiki infrastruktur kelistrikan.
Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Erwin Aksa mengatakan pemerintah perlu membuat kebijakan yang pro pengusaha nasional. "Kita sudah memasuki era China-Asean FTA, sehingga perlu kebijakan pemerintah yang berpihak kepada pengusaha," jelasnya.
Menurut dia, salah satu langkah konkrit menghadapi persaingan CAFTA adalah soal pengadaan barang dan jasa dengan penggunaan produk dalam negeri. Keputusan tersebut tidak hanya barang ekspor barang mentah tetapi juga barang jadi. Pemerintah juga harus mempercepat pembangunan infrastruktur. [*/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !