INILAH.COM, Jakarta - Bentrokan antara Mahasiswa dengan masyarakat Makassar diduga karena kesengajaan Polisi. Karena ketika keduanya bentrok, polisi tidak mengambil langkah pengamanan sedikit pun.
Direktur Eksekutif IPW Neta S Pane di Jakarta, Kamis (4/3), menilai, polisi yang berada di Makassar sengaja membiarkan rakyat berbenturan dengan mahasiswa saat unjuk rasa kasus Bank Century di daerah itu. Kejadian tersebut merupakan bentuk ketidakmampuan Polda Sulawesi Selatan dalam mengendalikam aksi unjuk rasa.
"Membiarkan rakyat berbenturan dengan mahasiswa sangat berbahaya," tutur Neta.
Kejadian itu, menurut dia, akan membuat masyarakat seolah-olah terbelah dan hal itu bisa menyulitkan polisi mengendalikan situasi. Neta juga menyayangkan kejadian perusakan kantor Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang dilakukan masyarakat bersama aparat kepolisian.
Sebelumnya, bentrokan antara warga dengan kelompok mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin terjadi Jl Sultan Alauddin, Makassar. Warga merasa terganggu dengan aksi mahasiswa yang memblokir jalan itu sehingga terlibat bentrokan dengan saling melempar baru.
Ratusan aparat kepolisian yang berada di lokasi bentrokan tidak mampu mengamankan situasi. Satuan Brimob Polda Sulselbar yang datang ke lokasi dengan kendaraan berat lalu menghalau mahasiswa sehingga membuat mahasiswa balik menyerang polisi dengan lemparan batu.
Polisi lalu melepaskan gas air mata untuk membubarkan aksi blokir jalan raya. Wakil Kepala Polda Sulselbar Brigjen Pol. Wisnu A. Sastro mengatakan, bentrokan antara warga dan mahasiswa dipicu kejengkelan warga karena mahasiswa menutup jalan sejak pagi hingga sore.
Ia mengatakan, polisi telah berupaya meminta mahasiswa untuk tidak memblokir jalan, namun gagal, sehingga ditempuh upaya paksa dengan mengerahkan kendaraan berat dan gas air mata untuk membuka jalan yang diduduki mahasiswa.
Sehari sebelumnya, sejumlah mahasiswa menyerang Polsek Ujung Pandang sebagai buntut penyerangan kantor HMI yang berjarak sekitar 200 meter dari kantor polisi itu. Warga sekitar Mapolsek dan polisi ikut menghalau mahasiswa yang menyerang kantor polisi itu.
Mahasiswa terus terdesak hingga masuk ke kantor HMI. Akibatnya, kantor HMI juga jadi sasaran lemparan batu warga. [*/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !