INILAH.COM, Manchester - Mantan penyerang Manchester United, Andy Cole, membela keputusan Wayne Bridge yang menolak uluran tangan John Terry dan mundur dari timnas Inggris.
Cole menjadikan pengalaman masa lalunya sebagai alasan dukungannya kepada Bridge, yang mantan tunangannya diselingkuhi Terry saat keduanya masih menjadi rekan setim di Chelsea.
Saya lebih baik duduk minum kopi bersama Neil Ruddock, orang yang pernah mematahkan kaki saya di dua bagian tahun 1996 lalu, daripada dengan Teddy Sheringham, yang saya benci sejak 15 tahun terakhir, ujarnya pada kolom yang ia tulis di harian The Independent.
Cerita ini merujuk pada kisah cedera parah yang dialami pemain Arsenal, Aaron Ramsey, akibat tekel keras dari pemain Stoke, Ryan Shawcross dan juga keputusan Wayne Bridge mundur dari Inggris, setelah menolak salaman dengan John Terry, terangnya.
Tekel Shawcross memang terlambat, tanpa perkiraan, tetapi apakah itu kasar? Tidak. Saya marah sekali ketika Ruddock melakukan hal yang sama, ia terus mengaku tak berniat kasar, hanya saya yang salah jatuh. Begitu juga dengan Ramsey maupun Wenger, tetapi hal tersebut sudah sering terjadi dan menjadi bagian dari karir Anda sebagai pesepak bola prfoesional, lanjut mantan bomber itu.
Cole lalu menjelaskan mengenai kebenciannya terhadap Sheringham yang berawal di tahun 1995, saat ia akan melakukan debutnya bersama Inggris melawan Uruguay. Ia ditunjuk pelatih menggantikan Sheringham.
Saya sangat gugup. Saya berjalan ke lapangan, 60.000 lebih orang menyaksikannya. Sheringham keluar. Saya mengharapkan jabat tangan singkat, ucapan Semoga berhasil, Coley, semacamnya. Saya sudah mengulurkan tangan saya. Ia melewatkannya. Saya tak tahu penyebabnya. Ia melakukan itu pada debut saya, Cole menjelaskan.
Saya kemudian berpikir, Yesus Kristus! Berapa orang yang melihat Sheringham melakukan itu kepada saya? Saya malu. Dua tahun kemudian Sheringham datang (di MU). Kami bermain bersama bertahun-tahun. Kami mencetak banyak gol, tetapi saya tak pernah berbicara dengannya, sambungnya.
Begitu juga dengan apa yang dilakukan Bridge. Saya tahu apa yang ada di pikiran banyak orang waktu itu. Tetapi saya bisa memahaminya. Jika memang dia merasa itu hal yang tepat, maka biarkan saja, lanjutnya.
Mengenai mundurnya Bridge dari timnas Inggris, apa hak orang lain menyuruhnya berubah pikiran. Ia tak pernah berhutang kepada Anda ataupun saya, berubah atau tidak, itu adalah haknya, pungkas Andrew Cole, pencetak gol terbanyak kedua di Liga Primer.[boy]