INILAH.COM, Jakarta Saham PT Bumi Resources (BUMI), Jumat (5/3) diprediksikan menguat seiring penguatan harga minyak ke level US$80 per barel dan valuasinya yang masih murah. Strong buy BUMI! Pengamat pasar modal, Willy Sanjaya mengatakan potensi penguatan saham
BUMI salah satunya karena penguatan harga minyak mentah dunia ke level US$80 per barel

.
Selain itu, valuasi BUMI saat ini dinilai masih sangat murah.Karena itu,
BUMI akan mengarah ke level
resistance Rp2.450-2.800 dan Rp2.175 sebagai level
support-nya, katanya kepada Ahmad Munjin dari
INILAH.COM, di Jakarta.
Pada perdagangan Kamis (4/3), saham BUMI ditutup menguat Rp25 (1,06%) menjadi Rp2.375 dengan intraday Rp2.400 dan Rp2.300. Volume transaksi mencapai 153,7 juta unit saham senilai Rp362,04 miliar dan frekuensi 3.900 kali. Berikut wawancara lengkapnya.
Bagaimana Anda memperkirakan pergerakan saham BUMI akhir pekan ini?Potensi penguatan saham
BUMI salah satunya karena
roadshow manajemen BUMI ke AS, Eropa, dan Jepang. Hal ini akan menarik investor asing untuk melakukan pembelian di saham ini. Pihak manajemen memberikan kinerja yang telah dicapainya.
Pengatan BUMI tiga hari terakhir karena faktor roadshow?Ya. Itulah alasan penguatannya. Yang banyak melakukan pembelian di saham BUMI adalah asing.
Net buy asing untuk BUMI sangat besar di mana kemarin dipimpin Deutsche Bank.
Selepas pertemuan di San Fransisco itu, BUMI akan melanjutkan presentasi dalam forum yang digelar grup Macquarie di New York. Dari AS, BUMI juga akan melanjutkan pertemuan di forum yang digelar Citigroup di London, Inggris. Setelah itu, hal serupa akan dilakukan di Tokyo pada forum investor Daewa yang disusul dengan
roadshow bersama Mitsubishi UFJ. Agenda
roadshow akan berlangsung hingga 16 Maret 2010. Perseroan sendiri mengharapkan pertemuan ini dapat memancing minat investor asing di saham BUMI.
Apakah secara teknis saham BUMI juga potensial menguat?Ya. Secara
technical, saham ini memang seharusnya menguat. Sebab,
support yang berada di level Rp2.175, sangat kuat. Apalagi, dengan level harga saham BUMI saat ini, masih sangat murah.
Bagaimana dengan kenaikan harga minyak mentah dunia ke level US$80 per barel?Itu juga masih jadi pendorong penguatan saham BUMI. Karena itu, semua saham di sektor pertambangan pun mengalami kenaikan hari ini seperti PT Timah (
TINS), PT Aneka Tambang (
ANTM), dan PT International Nickel Indonesia (
INCO).
Sentimen market bagaimana?Pidato presiden SBY semalam terkait skandal Bank Century sangat positif sehingga akan membuat pasar tenang. Hal ini akan kondusif bagi pergerakan saham BUMI.
Lantas, apa rekomendasi Anda?BUMI akan mengarah ke level
resistance Rp2.450-2.800 dan Rp2.175 sebagai level
support-nya. Saya rekomendasikan
strong buy untuk BUMI. Saya targetkan Rp3.000 pada bulan Mei tahun ini. [ast]