INILAH.COM, Jakarta - Bank Indonesia akan memperpanjang profil jatuh waktu Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dengan melakukan lelang yang semula mingguan menjadi bulanan. Tujuannya untuk lebih mengefektifkan kebijakan moneter.
Perubahan tersebut diharapkan dapat mendorong bank mengelola likuiditasnya dalam rentang waktu yang lebih panjang. Pasar uang yang berfungsi dengan baik dapat mendukung pelaksanaan operasi moneter sehingga mampu meningkatkan efektifitas transmisi kebijakan moneter, ujar Pjs. Gubernur BI, Darmin Nasution dalam siaran persnya Jumat (5/3)
Selain melakukan perubahan, kata Darmin, BI juga akan memprioritaskan penyerapan ekses likuiditas rupiah untuk SBI jangka 3 bulan dan 6 bulan. Adapun penyerapan ekses likuiditas yang mengutamakan SBI 3 dan 6 bulan, sambungnya, diharapkan dapat mendorong berkembangnya transaksi di pasar uang dan pelaksanaan operasi moneter yang lebih efektif.
Ia menturtkan, perpanjangan profil jatuh waktu SBI diharapkan dapat meningkatkan pendalaman pasar keuangan dan meningkatkan efektifitas operasi moneter. Pertimbangan penyempurnaan operasi moneter tersebut, tambah Darmin, dilatarbelakangi oleh ekses likuiditas di pasar uang yang ditempatkan di SBI dengan profil jatuh waktu yang terlalu singkat.
Pada sisi investor selalu memperpanjang kembali, sehingga tidak
mendorong berkembangnya transaksi di pasar uang. Hal ini terlihat dari volume transaksi di pasar uang yang jauh lebih kecil dibandingkan jumlah likuiditas yang tersedia.
Selain itu, lanjut Darmin, SBI dengan profil jatuh waktu yang terlalu pendek (mingguan) menyebabkan pengelolaan likuiditas bank saat ini belum terbiasa dalam perspektif waktu yang lebih panjang. Selain itu, sambungnya, SBI dengan profil jatuh waktu yang terlalu pendek(mingguan) menyebabkan pengelolaan likuiditas bank saat ini belum terbiasa dalam perspektif waktu yang lebih panjang. Dan pasar uang yang selalu dalam kondisi likuiditas berlebih menyebabkan belum berfungsi dengan baik sehingga operasi moneter belum efektif mendukung transmisi kebijakan moneter," ungkapnya.
Dalam rangka menjaga kecukupan likuiditas agar stabilitas suku bunga tetap terjaga, BI akan tetap mengoptimalkan penggunaan instrumen operasi moneter lainnya, seperti FASBI, Repo O/N, dan Fine Tune Operasi. Dengan demikian, tidak ada perubahan struktur instrumen operasi moneter yang ada saat ini. Sementara itu, pelaksanaan lelang SBI Syariah (SBIS) mengikuti jadwal lelang dan tenor SBI terpendek. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !