Minggu, 27 Mei 2012 | 16:19 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pengamat: BI harus Turunkan Dana di SBI
Headline
inilah.com
Oleh: Mosi Retnani Fajarwati
web - Jumat, 5 Maret 2010 | 16:17 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Bank Indonesia harus menurunkan jumlah dana dalam sertifikat Bank Indonesia (SBI) dalam setiap lelang yang dilakukan. Jadi perubahan lelang SBI menjadi bulanan sangat tepat.

Demikian disampaikan Kepala Ekonom Danareksa Purbaya Yudhi Sadewa, di kantor Menko Perekonomian, Jumat (5/3).

Menurut Purbaya, dengan menurunnya dana dalam SBI tersebut maka perbankan Indonesia tidak akan terlalu gampang memperoleh dana imbal hasil dari uang yang diparkir di BI. Pasalnya, uang yang disimpan di BI dianggap tidak produktif dan menambah beban BI
sekitar Rp20 triliun per tahunnya. "Ini kan hanya memanjakan banknya, sementara itu banknya sendiri hanya berpikir profit oriented tidak peduli bagaimana ekonomi bangsa ini dijalankan," ujarnya.

Untuk saat ini, Purbaya menyatakan, ekonomi Indonesia sangat belum jenuh dengan likuiditas yang ada yang artinya seberapa besar pun uang dikucurkan ke masyarakat, diyakini semuanya akan bisa terserap secara baik. "Karena kalau dihitung-hitung, dengan menurunkan suku bunga kredit, angka kredit akan semakin banyak, pertumbuhan ekonomi semakin besar dan cepat dan efeknya ke bank untungnya makin berlipat-lipat. Inflasi belum akan timbul karena kelebihan likuiditas," paparnya.

Kendati demikian, menurut Purbaya, bank-bank tidak bisa dituding begitu saja. Pasalnya, bukan kewajiban bank untuk memikirkan bagaimana pergerakan ekonomi nasional. "Sayang, sikap perbankan sekarang masih merugikan ekonomi karena ini salah regulator juga yang tidak bisa 'menyetel alatnya' (kunci roda menjalankan ekonomi) dengan benar," kata dia.

Purbaya mengatakan kurang tepatnya komunikasi pemerintah, BI dan perbankan ini terlihat dari menumpuknya SBI yang selalu diangka Rp250 triliun, bahkan sampai sepanjang tahun ini diperkirakan akan menyentuh angka Rp300 triliun. "Tugas BI memang menjaga likuiditas, tapi sepertinya (BI) salah hitung. Penyerapan sekarang itu harusnya bisa lebih besar, karena sepanjang 2009, pertumbuhan uang kita itu negatif yakni nol antara minus 6 atau minus 7, padahal normal 20 persen (saran IMF 12,5 persen)," tuturnya.

Dengan adanya pembatasan lelang SBI maka akan membuat perbankan bersaing yang secara otomatis menurunkan suku bunga kredit. "Kondisi sekarang kan tidak, dengan tingkat pertumbuhan kredit yang hanya 10 persen, tapi tetap saja untung perbankan berlipat-lipat. Ini perlu dicermati," pungkasnya. [mre/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.