INILAH.COM, Jakarta - Nia Paramitha nyaman berstatus janda dengan empat anak. Ia mengaku tetap kompak dengan mantan suaminya, Gusti Randa. Lalu soal hati, ia merasa tenang dengan jilbab.
Tentang itu, berikut ini wawancara dengannya di Empu Sendok Cafe, Kenayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (4/3).
Anak-anak bagaimana?
Anak-anak baik. Seperti biasam mereka sekolah. Waktu saya cukup banyak untuk mengurus anak. Ke mana pun saya beraktifitas anak pun saya bawa.
Nyamankah?
Aku dan Gusti pun masih banyak berkomunikasi soal anak, meskipun kita sudah berpisah. Kapan saja saya butuh atau sebaliknya, kita sama-sama welcome. Apalagi dengan kegiatan dia yang sibuk di luar kota. Jadi bisa dibilang kita berdua tidak ada masalah walaupun semuanya harus melalui proses sampai kita bisa solid seperti ini. Karena kita sebagai orangtua dari anak-anak, meskipun kita sudah tidak satu atap lagi.
Sudah menemukan pendamping?
Sebenarnya dengan apa yang saya sudah jalani sudah cukup. Prioritas beda.
Tapi banyak yang mendekatkah?
Banyak. Bisa dibilang ada dan banyak, tetapi kita tidak bisa melihat niat orang yang mendekati saya karena apa. Apakah perasaan, bagaimana atau niatnya apa, karena saya tidak ada waktu untuk hal seperti itu, apalagi harus menghadapi kenyataan. Mereka mau dengan ibu empat anak.
Mungkin ini trauma?
Tidak juga kok. Tapi apa yah, pokoknya nanti dulu deh kalau urusan itu.
Ingin rujuk?
Tidaklah. Secara jujur yah aku sudah menganggap Gusti itu sudah sebagai kakak saya, dan begitu juga sebaliknya dia (Gusti) menganggap saya sebagai anak. Itu saking kompaknya kita.
Target?
Yang pasti kalau ada yang mau sama saya, pasti saya sodorkan dulu sama anak saya. Mereka mau apa tidak?
Hikmahnya, apa?
Sekarang ini aku merasa enjoy dengan kehidupan seperti ini. Artinya saya bisa menikmati kapan saja dan di mana saja untuk mengurus diri saya dan ke empat anak saya. Urusan mencari suami, atau ayah dari anak-anak saya bukan berarti saya menomorduakan tetapi saya membutuhkan seorang imam. Tolong bisa disikapi kalau saya hidup dengan mereka dalam arti anak-anak saya. Anak-anak sangat mengerti dengan apa yang saya jalani sehingga saya masih merasa bahagia dengan hidup saya sekarang ini.
Soal jilbab?
Sejak Oktober 2006, dan saya tetap berjilbab sampai hari ini. Ini bicara proses, karena saya memulai dari pakaian dulu, sebab semuanya saya lakukan harus secara bertahap dulu, dan itu memang saya akui sangat tidak mudah. Dari segi rohani pun saya merasa kalau manusia itu harus mendapat ujian dulu dan itu pun saya alami juga. Setelah itu baru bisa mengerti apa yang Allah berikan kepada kita, dan tidak ada manusia yang tidak mendapat masalah, karena dengan adanya masalah maka manusia itu akan dekat dengan Allah. Dan saya adalah salah satunya yang seperti itu dan merasa belum mengenal banget sama Allah dan saya baru sekarang-sekarang ini. Kalau ditanya kenapa tidak dari kemarin-kemarin, saya pun tidak mengerti sama sekali.
Sudah tak memikirkan duniawi?
Bukan menarik diri tetapi saya membatasi diri. Saya mau keluar kalau memang itu untuk hal yang baik dan pengen yang bermanfaat aja, bukan keluar untuk ke mal, nongkrong di kafe. Bagi saya lebih baik menghabiskan waktu sama anak-anak saya, karena anak saya banyak. Artinya waktunya lebih baik aku gunakan dengan baik. Tidak hanya itu saja, saya juga banyak menghabiskan waktu pada pengajian juga dan menyita waktu. Saya juga mengikuti pengajian artis juga.
Berarti agak memilih?
Kita boleh memilih dalam berkawan, dan berkawan itu kita tidak terjerumus dalam dampak negatif dan memilih teman juga untuk kebaikan kita juga kan. Mungkin saya banyak belajar dengan membaca, saya juga banyak nanya-nanya sama orang juga yang berhijrah. Saya mengikuti sejarah jilbab seperti apa. Bagi saya dengan kita sudah berhijab artinya kita bisa memilih mind kita seperti apa. Dengan kita ngeblow, ngecat rambut buat saya itu sudah tidak ada manfaatnya dan dengan berjilbab aku juga sudah tidak memikirkan untuk kepentingan duniawi.
Penghalang karir tidak?
Itu saya alami berat banget, karena pekerjaan saya sebagai penyanyi dan yang lain saya tidak bisa. Meskipun bidang lain sudah pernah saya jalankan. Semua saya juga sudah coba seperti buka butik pakaian. Tetapi dengan seperti ini saya tidak bisa belok dan harus saya seriuskan.
Alhamdullilah, meskipun saya berjilbab tawaran ke saya pun juga banyak yang datang dan saya sesuaikan.
Ada godaan?
Oh, iya banget. Dan itu bukan cuma satu atau dua kali saja yang datang tawaran ke saya. Bagi saya rezeki itu datang dari Allah, bukan manusia. Saya sudah komitmen kalau mereka tidak mau mengikuti aturan dari saya, saya juga tidak akan mau menerima dan saya yang mundur. Dan kalaupun saya dapat tawaran yang lain di luar akting seperti MC atau presenter pun saya harus tetap menggunakan jilbab. [aji/mor]