inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Politik Domestik Tentukan Arah Rupiah

Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Natascha & Ahmad Munjin
Senin, 8 Maret 2010 | 08:14 WIB
INILAH.COM, Jakarta Nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin (8/3) masih berpotensi melanjutkan penguatan. Kondisi politik dalam negeri masih akan mempengaruhi pergerakan mata uang ini lebih lanjut.

Analis valas dari Harumdana Berjangka Andri Zakarias memprediksikan, pergerakan rupiah hari ini akan menguat. Pasalnya, masih ada rally di bursa saham. Selain itu, juga karena aliran dana masuk yang tinggi, data-data fundamental yang menguat dan inflasi Februari turun. Bahkan, bulan ini kemungkinan akan deflasi. Rupiah akan berada di kisaran 9.200-9.350 per dolar AS, ujarnya ketika dihubungi INILAH.COM.

Andri memperkirakan, akibat potensi deflasi itu, Bank Indonesia (BI) masih mempertahankan suku bunga pada 6,5%. Kebijakan ini juga diprediksikan masih akan berlangsung dalam jangka waktu lama. Dengan demikian, ada aliran dana masuk ke dalam negeri terutama Surat Utang Negara (SUN). Jadi masih ada capital inflow, lanjutnya.

Di sisi lain ada kecenderungan penguatan dolar karena belum ada perbaikan signifikan pada data-data perekonomian AS. Terutama tenaga kerja yang masih tinggi meski data pekan lalu menunjukkan penurunan. Kemudian juga ada kemungkinan pemerintah China akan menaikkan suku bunga setelah melakukan pengetatan likuiditas. Hal tersebut dilakukan untuk mengerem pertumbuhan ekonomi yang ternyata masih tinggi juga. Sehingga memberikan sentimen penguatan dolar, kata Andri.

Rupiah sebenarnya memiliki peluang menuju ke level 9.000 per dolar AS. Namun, ketika hendak menembus level 9.200, langsung dibatasi oleh BI. Sebab, BI tak ingin penguatan rupiah menganggu pertumbuhan ekonomi domestik yang bisa menekan ekspor. Juga tak baik untuk bursa saham dan obligasi, pungkasnya.

Farial Anwar, Ketua Currency Management Board memperkirakan, pergerakan rupiah hari ini akan menguat. Namun, kenaikannya akan terbatas, mengingat 9.200 sudah merupakan level maksimal untuk penguatan rupiah. Rupiah akan bergerak pada kisaran 9.225 hingga 9.270 per dolar AS, katanya ketika dihibungi terpisah.

Sementara pekan ini rupiah akan bergerak pada kisaran 9.225-9.300. Pelemahan dan penguatannya mata uang lokal ini sangat tergantung pada kondisi politik domestik. Meski keputusan dari Sidang Paripurna DPR sudah diketahui, yaitu kebijakan bailout Bank Century bermasalah, tapi pasar masih menunggu langkah hukum berikutnya. Hal ini akan membutuhkan waktu lama, ujarnya.

Menurut Farial, sentimen penguatan rupiah masih dipengaruh bertahannya suku bunga BI rate di level 6,5%. Tingkat bunga yang tinggi ini memicu pihak asing berbondong-bondong ke Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang return-nya 6,5%. Level ini sangat menjanjikan dibandingkan suku bunga dolar AS di level 0,25%, paparnya.

Selain SBI, Surat Utang Negara (SUN) pun menjadi sasaran asing menempatkan portofolio mereka yang bunganya jauh lebih tinggi di level 10-11%, bahkan 12%. Jika beralih dari dolar AS di level 0,25% ke SUN, untungnya berkali-kali lipat, di sisi rate differential, pungkasnya.

Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (5/3) ditutup menguat 33 (0,356%) terhadap dolar AS menjadi 9.230/9.235. [vin/ast/mdr][[indosat]]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.