INILAH.COM, Manado - Pasangan non-unggulan Fauzi Adnan/Devi Tika menantang unggulan kedua Yusuf Ahmad/Lidyawati Limanto (PB Pengairan Kaltim) di final ganda campuran dewasa Djarum Sirkuit Nasional Bulutangkis Regional VIII Sulawesi. Final akan digelar Sabtu (6/3) di GOR Arie Lasut Manado.
Di luar dugaan, non-unggulan Fauzi/Devi maju ke final ganda campuran dewasa setelah mengalahkan unggulan ketiga Rendra Wijaya/Maria Elfira Christina (PB Djarum Kudus), 22-20, 21-12, di babak semifinal, Jumat (5/3).
Kemenangan Fauzi/Devi lebih dikarenakan kekompakan mereka dan mampu meminimalkan kesalahan.
Sedangkan pada partai semifinal lainnya, juga sungguh mengejutkan, dua pasangan mantan pelatnas Flandy Limpele/Lita Nurlita kalah dari unggulan kedua Yusuf Ahmad/Lidyawati Limanto dalam pertarungan alot yang menghabiskan selama satu jam. Yusuf/Lidya menang 21-18, 13-21, 21-18.
Dengan demikian, ini merupakan dua kali kesempatan bagi Yusuf/Lidya untuk menjuarai Djarum Sirnas Bulutangkis. Pada Sirnas Regional VII di Balikpapan, Yusuf/Lidya kalah dari unggulan utama Trikusumawardhana/Nadya Melati (Jaya Raya Suryanaga/Jaya Raya Jakarta). Kans untuk juara fifty-fifty, ujar Yusuf.
Namun, jika Yusuf/Lidya mampu mengoptimalkan kemampuan mereka akan menjadi juara. Saya juga melihat sisi lemah lawan saya di final yakni mereka bukan spesialis pasangan campuran, tapi saya tidak boleh lengah dengan kelemahan itu. Buktinya mereka mampu ke final, berarti mereka cukup tangguh, ujarnya.
Mengenai keberhasilan mengalahkan Flandy/Lita, Yusuf mengatakan, kuncinya adalah bermain lepas tanpa beban.
Kami rileks saja menjalani pertandingan. Karena kami tahu lawan kami memiliki nama besar dan sarat pengalaman. Akhirnya memang berkat keuletan bermain, kami mampu membuktikan bahwa kami lebih baik, ujarnya.
Posisi sebagai under-dog menurut Yusuf yang membuat ia dan Lidya memiliki keuntungan menghadapi Flandy/Lita. Karena, masih menurut Yusuf, andaikan kalah pun, ia tidak menyesal karena kalah dari mantan pemain pelatnas yang sudah malang-melintang di dunia internasional.
Flandy/Lita memang sulit mematahkan permainan Yusuf/Lidya yang sudah digabungkan sejak empat tahun lalu. Berpasangan cukup lama itulah yang membuat Yusuf/Lidya lebih kompak dan mengerti satu sama lain di lapangan.
Beberapa kali penonton disuguhi permainan reli karena itulah pertarungan keduanya berjalan cukup lama. Mengenai partai final yang mempertemukan Yusuf/Lidya dengan Fauzi/Devi, Yusuf mengatakan kans mereka memang menjadi lebih besar.
Kami akan bermain sabar seperti pertandingan semifinal yang sudah kami lalui. Mudah-mudahan di sini kami mampu juara, katanya.[*/had]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !