inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Prijono Sugiarto

Pengalaman Membawanya ke Puncak

Headline
Prijono Sugiarto - istimewa
Oleh: Agustina Melani
Sabtu, 6 Maret 2010 | 01:07 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pengalaman panjangnya di sektor otomotif, membawa karir Prijono Sugiarto membumbung tinggi. Ia pun berhasil menduduki pucuk jabatan di perusahaan otomotif ternama Indonesia.
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) awal pekan ini Prijono yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas Sementara PT Astra International (ASII), akhirnya dikukuhkan sebagai Direktur Utama. Jabatan barunya ini akan diemban hingga 2011.
Menjadi Presdir Astra yang membawahi operasional 153 perusahaan, pria kelahiran Jakarta, 20 Juni 1960 itu menyatakan kesiapannya.''Saya siap mengemban jabatan di perusahaan besar ini,'' katanya penuh percaya diri.
Pria berkacamata ini pun langsung memasang target pertumbuhan otomotif tahun ini di angka 10%. Sedangkan untuk anak usahanya di sektor pertambangan, diyakini dapat meningkatkan kapasitas produksi dan overbundent revoval.
Untuk ekspansi bisnis pada otomotif dan pertambangan, disiapkan belanja modal Rp7,5 triliun hingga Rp8 triliun. "Belanja modal 2010 bertambah 50%. Sebelumnya sekitar Rp5 triliun di 2009," imbuh Prijono.
Terkait laba Astra International yang cukup besar tahun lalu, perseroan juga berencana membagikan final dividen untuk laba sekitar Rp830 per lembar saham. Pada 2008 perseroan juga membagikan dividen Rp570 per lembar saham. Final dividen ini akan diajukan kepada pemegang saham saat RUPS Mei mendatang.
Bila disetujui dividen interim sebesar Rp290 per lembar saham yang telah dibayar pada November 2009, maka total dividen menjadi Rp1.120 per lembar saham. Bandingkan dengan 2008 yang hanya mencapai Rp870 per lembar saham, atau mengalami kenaikan 29%.
Prijono juga menjanjikan, Astra International akan tetap melakukan ekspansi usaha tahun ini, setelah dua tahun terakhir gencar melakukan ekspansi. Hal ini didukung neraca perseroan yang sangat sehat. ASII mencatatkan laba bersih sekitar Rp10,040 triliun pada 2009 atau naik 9% dari 2008 senilai Rp9,191 triliun. Angka ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah perseroan.
Merampungkan kuliah di bidang teknik otomotif University of Applied Sciences Konstanz, Jerman pada 1984, Prijono melanjutkan pendidikan ke University of Applied Sciences Bochum, di negara yang sama. Berbasis bidang administrasi niaga, studi ini rampung pada 1986.
Karir adik kandung Jongkie D Sugiarto, Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia itu, diawali sebagai Sales Engineering Manager Daimier-Benz Indonesia periode 1987-1990. Di pabrikan asal Jerman itu, Prijono hanya bertahan empat tahun.
Pada 1990 dia bergabung ke Grup Astra sebagai General Manager PT Tjahja Sakti Motor (BMW). Jabatan itu diembannya hingga menjabat sebagai Direktur Utama pada 2000.
Sejak itu, berbagai posisi penting dipegang pria ramah ini. Dia telah beberapa kali menjabat direktur dan komisaris di beberapa anak perusahaan ASII. Seperti Direktur PT Astra International sejak Mei 2001, kemudian pada posisi Director in Charge untuk beberapa merk kendaraan yaitu Daihatsu, Isuzu, BMW, Peugeot, Nissan UD, PT Gaya Motor, PT Fuji Techinica Indonesia, PT Inti Pantja Press Industri.
Prijono juga menjabat Director in Charge untuk Astra Honda Sales Motor (AL-HSO), PT Astra Honda Motor (Grup Sepeda Motor Honda) dan PT Astra otoparts (grup komponen). Kemudian menjabat sebagai Presiden Komisaris PT United Tractors (UNTR), PT Astra Otoparts, PT Astra Honda Motor, serta PT Isuzu Astra Motor Indonesia.
Selain itu juga Wakil Presiden Komisaris PT Astra Daihatsu Motor, Wakil Presiden Komisaris PT Federal International Finance, Komisaris PT Astra Sedaya Finance, Komisaris PT Pamapersada Nusantara dan Komisaris PT Astra Agro Lestari Tbk (2005-2007). Di luar perusahaan, pengalaman panjang Prijono juga diakui sehingga dia dipercaya sebagai Wakil Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Meninggalnya Michael D Ruslim, Presiden Direktur Astra International periode 2008-2011 pada Rabu 20 Januari lalu, membuat posisi puncak industri otomotif ini kosong.
Perseroan pun untuk sementara waktu mempercayakan Prijono Sugiarto menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Presiden Direktur terhitung sejak 21 Januari 2010. Sebelum akhirnya diangkat menjadi presiden direktur yang sesungguhnya. [ast/mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.