INILAH.COM, Jakarta - Tingkah laku Roy Suryo dalam Sidang Paripurna DPR, Selasa (2/3), memang mengundang begitu banyak reaksi setelah teriakan 'huu'-nya disorot kamera televisi dan disiarkan secara langsung.
Roy kecewa perilakunya yang berteriak 'huu' berulangkali diputar di televisi dan kini marak beredar diberbagai situs jejaring sosial. Hal ini dinilainya ada upaya sistematis yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu, yang melakukan character assasinations.
"Saya secara gentle mengakui bahwa ketika meneriakkan 'huu' tersebut memang dilakukan dengan sadar demi membela nama Prof. Boediono dan Dr. Sri Mulyani yang dizholimi oleh kesimpulan "C" di Pansus Bank Century," katanya Roy dalam siaran persnya kepada INILAH.COM di Jakarta, Sabtu (6/3).
Siaran pers ini sengaja disebarkan Roy sehubungan dengan diputarnya terus-menerus video rekaman ketika dirinya meneriakkan 'huu' di Sidang Paripurna DPR beberapa hari yang lalu. Selain itu ditambah lagi beredarnya foto capture dirinya yang sedang mengorek hidung alias 'ngupil' beredar di berbagai mailing-list hingga Blacberry Messenger.
"Upaya ini tampak sistematis, karena disebarkan serempak melalui sarana komunikasi yang ada secara sengaja dan bahkan diberi capture yang tidak sesuai sikap saya yang sebenarnya," imbuhnya.
Roy pun menyebutkan padahal keesokan harinya pada sidang Paripurna hari kedua, dirinya telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuat dengan melakukan interupsi di awal sidang. Namun, sikapnya tersebut menurutnya tak pernah ditayangkan kembali atau dimuat media secara proporsional. [bar]