Minggu, 27 Mei 2012 | 00:48 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Demo Anarkhis Kok Dibiarkan
Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh:
web - Sabtu, 6 Maret 2010 | 11:19 WIB
Kita semua prihatin ketika menyaksikan siaran televisi, banyak aksi demonstrasi yang berbuat anarkhis dibiarkan saja.

Demo yang anakhis telah merusak fasilitas umum dan mengganggu ketertiban. Padahal demo bisa dilakukan dengan baik, santun dan damai, serta tidak mengganggu ketertiban umum.

Beberapa bulan terakhir ini, kalau diamati telah terjadi banyak demonstrasi yang dilakukan elemen masyarakat yang menanggapi pro dan kontra kebijakan pemerintah. Dalam aksi demo tersebut banyak yang bertindak anarkhis, sehingga tidak jarang ada korban, baik aparat maupun peserta demo.

Kejadian tersebut sungguh memprihatinkan, karena pelaku aksi demo telah terprovokasi, sehingga dapat berbuat anarkhis tanpa disadari. Celakanya aksi demo mengganggu ketertiban umum sudah dianggap hal biasa, padahal banyak pihak yang ternganggu.

Sebenarnya berdemo untuk mengemukakan pendapat merupakan bentuk dari kemajuan demokrasi, bila dilakukan dengan baik, beretika dan tidak mengganggu ketertiban umum. Kami setuju bahwa demo itu dilakukan dengan damai dan sesuai prosedur berdemokrasi.

Selama ini, aparat keamanan nampaknya tidak berani bertindak tegas terhadap para pedemo yang anarkhis, sehingga para demonstran semakin berani berbuat brutal. Separti contoh demonstrasi di depan gedung DPR belum lama ini, pagar banyak dirusak, trotoar dihacurkan, jalan macet, mobil dinas dirusak, fasilitas umum dirusak.

Demostrasi anarkhis yang terjadi di Makassar lebih anarkhis, aparat keamanan diserang dan dilempari batu, fasilitas umum dirusak, dan mengganggu ketertiban umum. Sementara aparat keamanan tidak bisa berbuat apa-apa.

Bahkan kami lebih prihatin lagi foto presiden, wakil presiden, dan beberapa pejabat tinggi negara disobek, diinjak-injak dan dibakar. Sungguh etika ketimuran sudah hilang dari peradaban bangsa yang dianggap luhur selama ini.

Kami berharap aparat keamanan, dalam hal ini kepolisian harus bertindak tegas, kepada para pelaku aksi demo yang anarkhis, mengganggu ketertiban umum, atau melecehkan simbol-simbol negara, seperti pembakaran foto presiden dll.

Kami juga menghimbau kepada para pihak yang ingin mengekspresikan pendapatnya melalui aksi demonstrasi tidak berbuat anarkhis dan mengganggu ketertiban umum.

Masyarakat sudah tidak suka lagi aksi demo yang anarkhis dan brutal. Semoga dapat menjadi pemahaman dan pemikiran semua pihak, demi kemajuan demokrasi di Indonesia, manuju kejayaan Indonesia yang besar ini.

Pribadi Adi Paringgo
Pasar Rebo, Jakarta Timur
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
3 Komentar
deki
Kamis, 24 Maret 2011 | 15:40 WIB
betul sekali aku setuju
Herman
Senin, 15 Maret 2010 | 02:14 WIB
itu dia, demokrasi yg kebablasan.. mahasiswa sok intelek tp pemikirannya esmpit
Arianto
Kamis, 11 Maret 2010 | 21:38 WIB
Betul, namanya mahasiswa kok sikapnya bikin kecewa, katanya pemikiran kritis kok sikapnya anarkis, sungguh sangat ironis mahasiswa Indonesia,
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.