INILAH.COM, Jakarta - Investor KKKS Migas akan memanfaatkan PT Garuda Indonesia dalam penerbangan baik domestik maupun internasional. MoU tersebut berjangka waktu dua tahun dengan nilai Rp1 triliun.
Kesepakatan kerjasama tersebut ditandai dengan dilakukannya MoU antara Garuda dengan Kepala BP Migas di Jakarta, Kemarin.
Kepala BP Migas Raden Priyono ketika dihubungi INILAH.COM, Sabtu (6/3) menjelaskan terjalinya kerjasama antara Industri Hulu Migas dengan Garuda adalah upaya mendorong pemanfaatan komponen dalam negeri pada industrI hulu migas.
Kerja sama ini menjadi salah satu bentuk implementasi upaya peningkatan komponen dalam negeri. MoU tersebut berjangka waktu dua tahun dengan nilai Rp 1 triliun dan akan melingkupi bidang pelayanan penumpang dan kargo untuk penerbangan domestik maupun internasional, katanya.
Apalagi, ungkap dia, pangsa pasar jasa penerbangan di industri hulu migas cukup besar.
Berdasarkan data BPMIGAS, nilai pengeluaran seluruh KKKS dalam penggunaan jasa penerbangan mencapai Rp 350 miliar pada 2007, Rp 385 miliar pada 2008, dan Rp400 miliar di tahun 2009. Dan pada 2010 diperkirakan akan meningkat lagi seiring bertambahnya KKKS Migas. [san/cms]