INILAH.COM, Manado - Pertarungan bergengsi dua pasangan mantan pelatnas Cipayung antara unggulan pertama Nadya Melati/Devi Tika (Tangkas Jakarta/SGS Elektrik Bandung) dengan Lita Nurlita/Natalia Poluakan (SGS Elektrik/Tangkas Jakarta) akhirnya dimenangkan oleh Nadya/Devi, 21-17, 23-21 dalam pertarungan final Djarum Sirkuit Nasional Regional VIII Sulawesi di GOR Arie Lasut, Manado, Sabtu (6/3).
Nadya mengepalkan kedua tangannya ketika bola pengembalian Lita tidak mampu melewati net yang membuat skor menjadi 23-21. Nadya dan Devi berpelukan, kemudian menghampiri dan bersalaman dengan Lita dan Natalia.
Inilah untuk kedua kalinya (back to back), Nadya/Devi menjuarai ganda putri dewasa. Pada Djarum Sirkuit Nasional di Balikpapan dua pekan lalu, mereka juara setelah mengalahkan Lidyawati/Sandrawti (PB Pengairan Kaltim) 21-17, 21-11.
Senang sekali rasanya. Akhirnya pertarungan melelahkan ini mampu kami lewati, ujar Nadya. Pertahanan mereka cukup tangguh, inilah yang membuat pertarungan berjalan alot, tambah Nadya lagi.
Selain di ganda putri dewasa keduanya juga bermain di ganda campuran. Nadya berpasangan dengan Tri Kusuma Wardhana di ganda campuran dewasa, sedangkan Devi berpasangan dengan Fauzi Adnan.
Nadya/Tri Kusuma sudah kalah di babak kuarter final dari pasangan Fauzi/Devi 19-21, 19-21. Kemudian Fauzi/Devi kalah di final dari pasangan Yusuf Ahmad/Lidyawati Limanto juga dengan 19-21, 19-21.
Karena itulah, satu-satunya harapan bagi Nadya/Devi membawa pulang gelar hanya di ganda putri dewasa. Beruntung, kendati mendapatkan lawan tangguh yang tidak lain rekan-rekan mereka sendiri di pelatnas Cipayung dulu, akhirnya mereka mampu menuntaskan pertarungan tersebut.
Satu hal yang membuat pertarungan menjadi kurang enak menurut Nadya, cock yang digunakan kurang baik mutunya, dan mereka belum terbiasa menggunakan cock tersebut sehingga kerap salah membaca alur bola dan sering pula menyangkut di net. Terlalu berat bolanya, ujar Nadya.
Selepas keluar dari pelatnas Cipayung, kedua pemain ini tengah menjajaki kontrak dengan produsen bulutangkis dengan brand internasional. Namun, karena ada larangan dari PB PBSI bagi mantan pelatnas menandatangani kontrak dengan brand internasional terpaksa Nadya/Devi tidak dapat merencanakan tur luar negeri.
Kalau dapat kontrak, kami berencana mengambil beberapa turnamen di luar negeri, ujar Nadya dan Devi.
Sementara pada partai ganda putra, pasangan gado-gado unggulan ketiga PB Djarum/Suryanaga yang diwakili oleh Rendra Wijaya/Tri Kusuma Wardhana mampu merebut gelar juara setelah mengalahkan pasangan PB Pengairan Kaltim unggulan kedua Yusuf Ahmad/Dwi Setiawan, 21-19, 21-19.
Keduanya bermain atraktif dengan saling melontarkan smash yang mengundang decak kagum dan tepuk tangan penonton. Utamanya, aksi jump smash Rendra yang sulit diantisipasi lawan.[*/had]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !