inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Kompor-Kulkas akan Terkoneksi dengan Ponsel

Headline
istimewa
Oleh:
Minggu, 7 Maret 2010 | 16:15 WIB
INILAH.COM, Bandung - Perusahaan telekomunikasi Ericsson memprediksi perkembangan penggunaan broadband sangat pesat seiring pengaplikasiannya pada perangkat rumah tangga.

"Penggunaan broadband akan berkembang pesat, terutama penggunaan mobile broadband," kata Presiden Direktur Ericsson Indonesia, Arun Bansai, di Bandung.

Penggunaan broadband akan berkembang tidak hanya pada personal komputer dan telepon genggam tetapi juga pada peralatan-peralatan pendukung kehidupan manusia.

Atas alasan perkembangan tersebut maka Ericsson memiliki prediksi bahwa 50 miliar perangkat terhubung dengan broadband di dunia pada tahun 2020.

Di tahun 2010, Core and IMS Ericsson Indonesia, Sigit Priyanggoro menyebutkan telah ada empat hingga lima miliar peralatan terkoneksi dengan broadband. Angka itu akan terus bertambah seiring perubahan perilaku konsumen yang menginginkan perangkat mereka terkoneksi.

Tiga hal yang menjadi penyebab konsumen broadband meningkat pesat, ujar dia, manusia membutuhkan kenyamanan untuk menunjang gaya hidupnya, kebutuhan untuk menjadi lebih efisien dalam usaha, serta kebutuhan berpendidikan hingga kesehatan.

Karena itu, menurut dia, telekomunikasi akan merubah industri lain seperti kesehatan, transportasi, media, pemerintah, dan utilitas.

Akibatnya, ada efisiensi dalam pelaksanaan pemerintahan, bisnis baru akan bermunculan, pertumbuhan pesat industri, kehidupan yang berkesinambungan.

"Peralatan seperti kulkas, kompor, mobil, nanti akan terkoneksi dengan telepon pintar kita berkat mobile broadband tadi," katanya.

Semua itu, membutuhkan teknologi komunikasi bergerak yang memungkinkan transfer data berukuran besar secara cepat dengan cara yang efisien dan hemat biaya melalui optimalisasi penggunaan spektrum frekuensi.

Long Term Evolution (LTE), menurut dia, menjadi solusi untuk memenuhi hal tersebut, sayangnya pemanfaatannya dalam waktu dekat di Indonesia tidak memungkinkan, mengingat pemerintah belum melakukan pengaturan frekuensi.

"Saya rasa operator siap mengaplikasikan LTE, permasalahannya hanya pengaturan frekuensi saja dan itu menjadi kewenangan pemerintah. Mungkin 2013 itu baru bisa dilakukan," ungkap dia.

Saat ini, ia menambahkan, perusahaan telekomunikasi ini telah menandatangani kontrak komersial LTE dengan lima operator di dunia, yakni AT&T dari Amerika Serikat (AS), Verizon di AS, TeliaSonera di Norwegia dan Swedia, MetroPCS di AS, dan DoCoMo di Jepang.[*/ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.